Minggu, 19 Juli 2026

Kematian Tragis Raden Trunojoyo, Pahlawan Madura yang Memberontak dan Menggulingkan Amangkurat I Kerajaan Mataram

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 09:15 WIB
Ilustrasi kematian Raden Trunojoyo. (Pexels.com/Ihsan Adityawarman/edit: Alvin Septia Wijaya.)
Ilustrasi kematian Raden Trunojoyo. (Pexels.com/Ihsan Adityawarman/edit: Alvin Septia Wijaya.)

 

SketsNusantara.id - Kisah heroik Raden Trunojoyo atau Pangeran Trunojoyo yang pernah menggulingkan Amangkurat 1 pada masa Kerajaan Mataram.

Sosok Pangeran Trunojoyo begitu melekat di hati masyarakat Indonesia khususnya Madura, dirinya dikenal sebagai Panembahan Maduratna yang merupakan sosok pahlawan asal Madura.

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman p2k.stekom.ac.id, Raden Trunojoyo merupakan keturunan dari raja terakhir Madura Barat.

Baca Juga: Kenapa Trunojoyo Memberontak pada Kesultanan Mataram? Ternyata karena Dipicu oleh Sikap dari...

Ayahnya bernama Raden Tumenggung Mlaya atau Mudhin Mlaja seorang raja Madura Barat yang berpusat di Sampang. Ibu Raden Trunojoyo merupakan putri bangsawan dari Keraton Sumenep, keturunan dari Joko Tole.

Raden Trunojoyo diketahui masih mempunyai hubungan darah dengan Kerajaan Mataram di masa Sultan Agung.

Hal tersebut, lantaran kakeknya yakni Cakraningrat I alias Raden Praseno yang merupakan adik ipar Sultan Agung.

Baca Juga: Siapa Eyang Djoego? Inilah Sosok Keturunan Keraton Mataram yang Dimakamkan di Gunung Kawi, Eks Laskar Diponegoro?

Raden Trunojoyo terpaksa untuk tetap tinggal di Kerjasama Mataram yang waktu itu dipimpin oleh Amangkurat I

Amangkurat I diceritakan sebagai sosok raja Kerajaan Mataram yang kejam dan semena-mena dalam memerintah.

Tujuan tinggal paksa pada Raden Trunojoyo di Kerajaan Mataram yakni untuk memperlemah Madura Barat.

Baca Juga: Siapa Pendiri Kota Kediri? Mengenal Sosok Sri Samarawijaya Erat dengan Kerajaan Panjalu dan Raja Airlangga

Namun, pada akhirnya Raden Trunojoyo meninggalkan Kerajaan Mataram dan pergi ke Kajoran setelah ayahnya Cakraningrat II dibunuh atas perintah Amangkurat I pada 1656.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X