Minggu, 19 Juli 2026

Kenapa Trunojoyo Memberontak pada Kesultanan Mataram? Ternyata karena Dipicu oleh Sikap dari...

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 08:15 WIB
Potret Pangeran Trunojoyo. (x.com/@Andi_Boediman.)
Potret Pangeran Trunojoyo. (x.com/@Andi_Boediman.)

SketsaNusantara.id – Aksi Pemberontakan Trunojoyo merupakan perlawanan yang dipimpin oleh Pangeran Trunojoyo atau dikenal juga sebagai Panembahan Maduratna yang berasal dari Madura.

Peristiwa pemberontakan ini terjadi pada tahun 1646-1677 di saat Amangkurat I memimpin Kerajaan Mataram Islam.

Pemerintahan Kerajaan Mataram Islam yang dipimpin oleh Amangkurat I sangat dipengaruhi oleh terjadinya Pemberontakan Trunojoyo.

Baca Juga: Di Mana Pesanggrahan Gong Kyai Pradah? Inilah Tempat Penyimpanan Pusaka Pangeran Prabu dari Surakarta, Tak Jauh dari...

Selain melawan pemerintahan Amangkurat I, diketahui peristiwa Pemberontakan Trunojoyo ini adalah untuk melawan VOC.

Sampai-sampai pihak VOC juga terlibat membantu Kerajaan Mataram Islam untuk meredam pemberontakan ini.

Trunojoyo adalah seorang keturunan penguasa Madura yang konon dipaksa untuk tinggal di Keraton Mataram usai Madura dikalahkan oleh Mataram pada 1624.

Baca Juga: Siapa Eyang Djoego? Inilah Sosok Keturunan Keraton Mataram yang Dimakamkan di Gunung Kawi, Eks Laskar Diponegoro?

Dilansir dari kanal YouTube milik Khazanah Semesta oleh SketsaNusantara.id, ketika kekuasaan pemerintahan Kerajaan Mataram Islam dipimpin oleh Amangkurat I, Trunojoyo tidak suka akan kepemimpinannya yang sewenang-wenang dengan VOC.

Amangkurat I telah melaksanakan pembantaian kepada bangsawan Jawa Timur yang salah satunya adalah Pangeran Pekik. Tak hanya itu, pemberontakan ini juga dipicu oleh terlibatnya VOC dalam politik di Jawa.

Pasukan Trunojoyo berhasil mengalahkan Mataram di Gegodong dan kemenangan tersebut, adalah jalan bagi Trunojoyo untuk merebut Surabaya yang pada saat itu merupakan pusat pelabuhan besar di Jawa Timur.

Baca Juga: Siapa Pendiri Kota Kediri? Mengenal Sosok Sri Samarawijaya Erat dengan Kerajaan Panjalu dan Raja Airlangga

Hal itu akhirnya membuat Amangkurat I melarikan diri dari Keraton Plered dan menuju ke timur namun meninggal di Tegalwangi di tahun 1671.

Pemberontakan Trunojoyo ini menimbulkan berbagai dampak yaitu perubahan sosial politik yang terjadi di Pulau Jawa yang menjadi akhir kekuasaan Mataram dan semakin lemah karena bergantung pada VOC.***

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X