Sabtu, 18 Juli 2026

Kisah Perjalanan Sultan Hamengkubuwono VII, Pewarisan Takhta Paling Kontroversi Sepanjang Sejarah Kesultanan Yogyakarta

Photo Author
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 21:00 WIB
Kontroversi Pewaris Sultan Hamengkubuwono VII Yogyakarta. (X/ @muharmans)
Kontroversi Pewaris Sultan Hamengkubuwono VII Yogyakarta. (X/ @muharmans)

SketsaNusantara.id - Pada tanggal 13 Agustus 1877, Gusti Raden Mas Murtedjo, putra Sultan Hamengkubuwono VI, naik takhta sebagai Sultan Hamengkubuwono VII Kesultanan Yogyakarta.

Kepemimpinannya dimulai setelah memperkuat posisinya dan memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah Hindia Belanda melalui serangkaian perjanjian politik yang penting.

Pergantian kekuasaan ini tidak terjadi tanpa kontroversi. Sultan Hamengkubuwono VII dihadapkan pada tugas berat untuk menentukan pewaris tahta.

Baca Juga: 5 Fakta Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kesultanan Mataram yang Gigih Melawan VOC, Punya Nama Asli...

SketsaNusantara.id melansir dari kanal YouTube Bimo K.A., masalah suksesi menjadi pusat perhatian karena Sultan Hamengkubuwono VII memiliki dua permaisuri, Gusti Kanjeng Ratu Sultan dan Gusti Kanjeng Ratu Mas.

Namun, penunjukan putra mahkota tidaklah mudah.

Pada saat itu, Ratu Kedaton, salah satu istri mendiang Sultan Hamengkubuwono V, bersama putranya Raden Mas Timur Muhammad, yang dikenal sebagai Pangeran Suryaningalogo, telah lama menginginkan tahta.

Ambisi mereka semakin diperkuat dengan kehadiran Ratu Kencono, permaisuri lain dari Sultan yang tidak memiliki putra laki-laki.

Kekhawatiran Ratu Kencono tentang masa depan kedudukannya semakin tajam setelah kelahiran beberapa putra dari permaisuri kedua Sultan.

Baca Juga: Candi di Prigen Ini Merupakan Perpaduan Hindu-Buddha, Tempat Pendharmaan Salah Satu Raja Singasari

Situasi semakin rumit ketika pemerintah Hindia Belanda, yang berkuasa atas wilayah ini, mulai menekan Sultan Hamengkubuwono VII untuk menetapkan seorang putra mahkota.

Pada Maret 1881, Sultan Hamengkubuwono VII diminta untuk menunjuk calon pewaris tahta.

Ratu Kedaton melihat peluang untuk mencapai tujuan jangka panjangnya dengan mencoba berkoalisi dengan Ratu Kencono, yang mengakibatkan pernikahan Pangeran Suryaningalogo dengan salah satu putri Ratu Kencono.

Namun, upaya mereka gagal karena ketegasan Patih Danurzolima, yang segera melaporkan rencana ini kepada Residen Funback.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Bimo K.A.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X