Minggu, 19 Juli 2026

Apa Makna Agoeng de Grote? Gelar yang Diberikan Belanda kepada Sultan Agung, Tokoh Raja dalam Kesultanan Mataram

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 21:30 WIB
Sosok Sultan Agung Hanyokrokusumo, alias Raden Mas Jatmika (Instagram/@mataramroyalblood)
Sosok Sultan Agung Hanyokrokusumo, alias Raden Mas Jatmika (Instagram/@mataramroyalblood)

SketsaNusantara.idSultan Agung Hanyokrokusumo merupakan raja dari Kesultanan Mataram dan berkuasa pada 1613-1645.

Sultan Agung memiliki nama asli Raden Mas Jatmika dan lebih dikenal sebutan Raden Mas Rangsang.

Ayahnya bernama Prabu Hanyokrowati dan ibunya bernama Ratu Mas Adi Dyah Banowati putri dari Prabu Wijaya, raja terakhir dari Kesultanan Pajang.

Baca Juga: 5 Fakta Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kesultanan Mataram yang Gigih Melawan VOC, Punya Nama Asli...

Sultan Agung dikenal sebagai raja yang pernah berhasil menaklukan daerah pesisir yaitu Surabaya serta Madura. Di tahun 1613-1645, kekuasaan Mataram Islam berhasil merambah ke Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman kebudayaan.jogjakota.go.id pada masa kepemimpinannya, Sultan Agung memiliki keahlian militer politik, ekonomi, sosial dan budaya sehingga membuat Mataram Islam semakin maju.

Sultan Agung lahir pada 14 November 1593 tepatnya di Kotagede, Yogyakarta. Ia wafat pada tahun 1645 di Kotagede, Yogyakarta.

Selain menjadi raja Kesultanan Mataram, Sultan Agung dikenal sebagai budayawan dan filsuf peletak pondasi Kejawen atau budaya Jawa. Selain itu, ia adalah pencetus kalender Jawa yang didasari oleh astronomi dan astrologi.

Baca Juga: Candi di Prigen Ini Merupakan Perpaduan Hindu-Buddha, Tempat Pendharmaan Salah Satu Raja Singasari

Tak hanya menciptakan kalender Jawa, ia juga pencentus dari Aksara Hanacaraka dan ia juga banyak menghasilkan karya sastra diantaranya adalah Serat Pararaton, Serat Kanda Kitab Undang-Undang, Serat Centhini, dan Serat Wulangreh.

Dalam Sastra Belanda, Sultan Agung tercantum namanya sebagai Agoeng de Grote yang berarti Agoeng yang Besar".

Atas peran dan dedikasinya, namanya ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.***

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kebudayaan.jogjakota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X