SketsaNusantara.id - Menjelang 1 Muharam 1448 H sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur masih melestarikan tradisi dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Salah satunya adalah Barikan, tradisi malam tahun baru Islam atau yang dalam penanggalan Jawa dikenal dengan nama malam 1 Suro.
Tradisi ini menjadi salah satu bentuk akulturasi budaya Jawa dan nilai-nilai Islam yang hingga kini tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Grebeg Suro Andalan Warga Sukoreno Umbulsari Jember Semarak, Keberagaman Agama Membaur Jadi Satu
Meski pelaksanaannya bisa berbeda di setiap daerah, tujuan utamanya tetap sama, yakni memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, dan ketenteraman masyarakat.
Di sejumlah desa, Barikan bahkan menjadi agenda rutin yang selalu digelar setiap malam 1 Suro dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Desa Wonosari, Kabupaten Kendal, tradisi Barikan berasal dari kata 'barokah' yang dalam bahasa Arab berarti keberkahan.
Seiring waktu, penyebutannya mengalami penyesuaian dalam budaya Jawa hingga dikenal sebagai Barikan.
Tradisi ini umumnya dilaksanakan dengan cara berkumpul di perempatan jalan, balai desa, musala atau lokasi tertentu yang telah ditentukan masyarakat setempat.
Warga kemudian membawa berbagai makanan dari rumah masing-masing untuk didoakan bersama sebelum disantap secara bergotong royong.
Selain doa bersama, beberapa daerah juga mengisi Barikan dengan pembacaan tahlil, dzikir, pengajian hingga tausiyah keagamaan.
Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan sekaligus harapan agar masyarakat dijauhkan dari berbagai marabahaya.
Artikel Terkait
Mengupas Filosofi Lebaran Ketupat, Miliki Makna Lebih dari Sekadar Tradisi Makan Bersama
Tradisi Lebaran Khas Indonesia yang Masih Lestari hingga Sekarang: Mulai dari Mudik, Ziarah, dan Bagi-Bagi THR
Tradisi Kupatan Jember Jadi Simbol Rekonsiliasi Sosial dan Spiritual
Mengenal Sunan Muria, Wali Songo dengan Tradisi Guyang Cekathak dan Karomah Pelana Kuda yang Melegenda
Tradisi Tahunan, Warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi Menggelar Battle Sound Horeg dalam Rangka Halalbihalal
4 Fakta Telur Paskah yang Identik dengan Tradisi Perayaan Hari Kebangkitan Yesus, Awalnya hanya Dihias Warna...
Sejarah April Mop: Tradisi Prank Bercanda yang Misterius yang Riwayatnya Masih Simpang Siur
Mengenal Tradisi Manten Sapi di Pasuruan, Ritual Unik Idul Adha yang Sarat Makna Religi dan Budaya