SketsaNusantara.id - Sebelum teknologi navigasi modern hadir, masyarakat pesisir Nusantara telah lama memiliki keyakinan tentang penjaga laut dan pembawa rezeki.
Mereka memuja sosok yang dipercaya menjaga keseimbangan samudra dan nasib para nelayan.
Sosok itu dikenal sebagai Varuna, Baruna, dan Makara atau Gajahmina, makhluk mitologis yang menjadi simbol pelindung lautan.
Dilansir dari buku Warisan Bahari karya Bambang Budi Utomo terbitan Pustaka Obor tahun 2016, dalam sistem kepercayaan awal, penduduk Nusantara melakukan pemujaan terhadap roh nenek moyang yang dianggap bersemayam di alam, seperti di pohon besar, batu, gunung, dan laut.
Laut dianggap memiliki makhluk penguasa yang harus diberi sesaji agar tidak murka. Ketika kebudayaan India masuk ke wilayah ini, kepercayaan tersebut berubah wujud, yakni sang penguasa laut digambarkan sebagai Dewa Varuna.
Varuna, Dewa Air dan Penjaga Samudra
Dalam kitab-kitab Hindu Purana, Varuna atau Baruna dikenal sebagai manifestasi Brahman yang berperan sebagai dewa air, penguasa lautan, dan penjaga samudra. Ia disebut dengan berbagai gelar seperti Ambupati, Apanapati, Salilendra, dan Udakapati.
Nama Varuna berasal dari akar kata var yang berarti “membentang” atau “menutup”, menggambarkan lautan yang menutupi sebagian besar permukaan bumi.
Baca Juga: 9 Warisan Wali Songo yang Membuat Wayang Kulit Makin Canggih sebagai Alat Dakwah Islam
Dewa ini juga dikenal sebagai Pasi, yang berarti pembawa jerat, serta Pracetas, yang melambangkan kebijaksanaan.
Dalam ikonografi India, Varuna digambarkan mengendarai makhluk mitologis bernama Makara, atau Gajahmina, hewan berkepala gajah dan bertubuh ikan. Sosok ini melambangkan kekuatan laut dan sumber kehidupan yang memberi rezeki kepada umat manusia.
Makara, Simbol Pelindung dan Pembawa Ikan
Artikel Terkait
Kenapa Pentas Wayang Kulit Sering Dimainkan Malam Hari? Ada Pesan Penting dari Sunan Kalijaga
5 Tokoh Wayang Kulit Populer dan Dampaknya di Kehidupan Nyata, Bikin Hidup Makin Bijak
Kisah Tragis Buto Cakil, Karakter Wayang Kulit Asli Jawa yang Selalu Mati Konyol, Ternyata Anak Hasil Perbuatan Bejat Arjuna
Dihormati tapi Juga Dibenci, Misteri Ksatria Wayang Kulit Berwujud Raksasa, Kutukan akibat Perbuatan Ayahnya?
3 Duet Maut di Wayang Kulit Jawa, Anak-Anak Pandawa Paling Sakti dan Kompak di Babak Perang Kembang