SketsaNusantara.id - Buto Cakil adalah salah satu karakter wayang kulit yang menarik perhatian dalam budaya Jawa.
Berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya yang terinspirasi dari kisah epik India, seperti Mahabharata dan Ramayana, karakter Buto Cakil merupakan inovasi asli Jawa.
Cakil digambarkan sebagai raksasa dengan rahang bawah yang lebih panjang dari rahang atas, sehingga menciptakan kesan wajah seram dan agresif.
Baca Juga: 5 Tokoh Wayang Kulit Populer dan Dampaknya di Kehidupan Nyata, Bikin Hidup Makin Bijak
Karakter ini punya beberapa nama lain, yakni Gendir Penjalin, Ditya Kala Carang Aking, Kala Klantang Mimis, dan Ditya Kala Plenthong.
Ia kerap dihadirkan dalam adegan pertarungan melawan Arjuna, yang berujung pada kematian akibat tertusuk kerisnya sendiri.
Meski sering dilihat sebagai karakter komedi, Buto Cakil menyimpan sejarah hidup yang tragis.
Baca Juga: Kenapa Pentas Wayang Kulit Sering Dimainkan Malam Hari? Ada Pesan Penting dari Sunan Kalijaga
Dilansir SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Magur Mantan Guru yang diunggah 9 November 2021, waktu Arjuna masih muda, ia berguru kepada Resi Durna.
Resi Durna memang dikenal sebagai guru yang memiliki banyak peminat. Salah satu yang berkeinginan kuat menjadi muridnya adalah Prabu Palgunadi.
Meski ditolak berkali-kali oleh Durna, ia punya tekad kuat untuk diterima sebagai murid. Bahkan, ia sampai berkemah di dekat kediaman Resi Durna dan mengajak istrinya, Dewi Anggraini.
Sampai-sampai ia membuat patung yang mirip dengan Durna dan berlatih memanah. Seolah-olah, ia sedang belajar dan diawasi oleh Durna.
Tak sengaja, ia bertemu dengan Arjuna. Keduanya pun sama-sama mengaku sebagai muridnya Resi Durna.
Artikel Terkait
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Beginilah Cara Orang Jawa Berkomunikasi tanpa Timbulkan Konflik, Jadi Metode Dakwah Islam lewat Wayang Kulit
Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan
Arti Gambar Kerbau dan Harimau dalam Gunungan Wayang Kulit, Ada Kaitannya dengan Mimpi Nabi Muhammad Sebelum Perang Uhud