Mereka berdua bertarung dan berujung pada kekalahan Arjuna. Terbakar emosi, Arjuna pun memprovokasi Resi Durna agar Prabu Palgunadi memotong jari manisnya sendiri yang tersemat cincin sakti.
Baca Juga: Bak Serial Avatar, Inilah 4 Elemen Semesta dalam Wayang Kulit Warisan Sunan Kalijaga
Akibat rasa hormat yang mendalam pada Durna, ia pun merelakan jarinya sendiri. Ia pun tewas di tangan Arjuna.
Arjuna yang waktu itu masih muda rupanya merasa tidak puas. Melihat kecantikan Dewi Anggraini, ia memaksakan kehendaknya pada perempuan itu.
Namun, Dewi Anggraini adalah istri yang setia. Ia menolak keras rayuan Arjuna.
Merasa dikecewakan dan dikuasai nafsu, Arjuna pun melampiaskan kebejatannya pada Dewi Anggraini.
Setelah itu, ia meninggalkan perempuan itu di dalam hutan sendirian.
Dewi Anggraini yang ditinggal sebatang kara di dalam hutan ternyat hamil. Ia melahirkan seorang bayi berwujud raksasa yang kelak dikenal sebagai Buta Cakil.
Buta Cakil adalah simbol dari hawa nafsu dan sifat kebinatangan dalam diri Arjuna.
Demikianlah awal mula Buta Cakil yang ternyata tragis dan merupakan anak hasil perbuatan bejat Arjuna.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Beginilah Cara Orang Jawa Berkomunikasi tanpa Timbulkan Konflik, Jadi Metode Dakwah Islam lewat Wayang Kulit
Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan
Arti Gambar Kerbau dan Harimau dalam Gunungan Wayang Kulit, Ada Kaitannya dengan Mimpi Nabi Muhammad Sebelum Perang Uhud