SketsaNusantara.id - Dalam cerita pewayangan Jawa, Raden Burisrawa adalah sosok unik. Ia ksatria gagah, namun wajahnya berwujud raksasa.
Masyarakat pun sering mempertanyakan alasan di balik perbedaan wujudnya.
Raden Burisrawa adalah putra Prabu Salya dari Kerajaan Mandaraka.
Ibunya, Dewi Pujowati, adalah putri seorang pendeta bernama Begawan Bagaspati. Kakeknya ini juga berwujud raksasa.
Dalam kisah pewayangan, Raden Burisrawa memiliki 4 saudara. Mereka adalah Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Dewi Banowati, dan Raden Rukmarata. Uniknya, hanya Burisrawa yang berparas raksasa.
Lalu, mengapa wajahnya berbeda?
Baca Juga: 5 Tokoh Wayang Kulit Populer dan Dampaknya di Kehidupan Nyata, Bikin Hidup Makin Bijak
Dilansir SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Ari Poncowolo, yang diunggah 5 Oktober 2024, ada 2 versi yang sering diceritakan.
Versi pertama menyebut bahwa wujud Burisrawa diwarisi dari sang kakek, Bagaspati. Hal ini diyakini sebagai tanda kebesaran keluarga.
Namun, ada juga versi lain yang lebih mengarah pada karma. Raden Narasama alias nama muda Prabu Salya, membunuh mertuanya sendiri, Begawan Bagaspati.
Baca Juga: Arti Blencong dalam Pagelaran Wayang Kulit, Jadi Salah Satu Komponen yang Penting dan Wajib
Hal itulah yang menjadi karma pada keturunannya.
Dalam berbagai lakon, Burisrawa muncul sebagai sekutu para Kurawa. Ia dikenal sebagai tokoh kuat yang setia pada Prabu Duryudana, raja Hastinapura. Ini membuatnya dihormati, tetapi juga dibenci.
Artikel Terkait
Dakwah Wali Songo Tergantung pada 4 Tokoh Wayang Kulit ini, Gambaran Para Nabi dan Rasul yang Sering Diremehkan
Asal Usul Istilah Dalang dalam Wayang Kulit, Salah Satu Warisan Budaya yang Telah Diakui UNESCO
Apa Arti Kelir dalam Wayang Kulit? Salah Satu Media Utama yang Tidak Boleh Terlewat dalam Pementasan Wayang
Wayang adalah Singkatan 'Wajib Sembahyang', Kyai Achmad Chalwani: Maka Kalau Ada Orang Rajin Nonton Wayang kok Tidak Pernah Sholat, Jelas...
Kenapa Pentas Wayang Kulit Sering Dimainkan Malam Hari? Ada Pesan Penting dari Sunan Kalijaga