SketsaNusantara.id - Di balik cerita kepahlawanan Rama dan kearifan Semar, dunia pewayangan ternyata juga menyimpan sisi gelap yang jarang dibahas.
Salah satunya adalah Wayang Setanan, kelompok tokoh pewayangan yang menggambarkan bentuk dan nama-nama setan atau jin dalam mitos masyarakat Jawa.
Tokoh-tokoh ini bukan karangan bebas, tetapi merupakan perwujudan dari kepercayaan, bahkan pengalaman mistis para dalang dan pembuat wayang.
Ada Wewe, Gandarwa, Lampor, hingga Cik Nonong. Semua digambarkan dengan visualisasi yang tak biasa, mulai dari menyeramkan hingga cenderung vulgar.
Namun justru itulah daya tariknya. Wayang Setanan bukan hanya simbol horor, tapi juga memiliki fungsi spiritual dan simbolik dalam pertunjukan tradisional Jawa.
12 Tokoh Wayang Setanan yang Wujudnya Bikin Merinding
Wayang Setanan tidak punya kisah kepahlawanan seperti Pandawa atau Kresna. Sebaliknya, mereka hadir untuk menimbulkan suasana angker atau wingit dalam pertunjukan.
Beberapa di antaranya bahkan digunakan dalam lakon-lakon ritual seperti Lakon Ruwatan, atau dimunculkan sebagai penggoda Ksatria yang sedang bertapa.
Baca Juga: 9 Warisan Wali Songo yang Membuat Wayang Kulit Makin Canggih sebagai Alat Dakwah Islam
Berikut beberapa tokoh Wayang Setanan yang ditampilkan dalam koleksi Museum Sonobudoyo, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @wayangheritage:
1. Lampor
2. Peri
3. Tong-Tong Sot
4. Banaspati
5. Wedon
6. Jrengkong
7. Kemamang
8. Keblak
9. Gandarwa
10. Lelepah
11. Wewe
12. Cik Nonong
Wayang Setanan punya fungsi yang cukup kompleks dalam dunia pedalangan.
Di masa lalu, wayang ini dipakai untuk menciptakan atmosfer mistis dalam Pasetren Gandamayit, Alas Krendhawahana, atau tempat wingit lainnya.
Artikel Terkait
Dunia Wayang Kulit Berduka, Dalang Senior Ki Warseno Slenk Meninggal Dunia, Sempat Dirawat, Sakit Apa?
Siapa Nama Asli Ki Warseno Slenk? Mengenal Lebih Dekat Dalang Wayang Kulit Senior Bergelar Doktor yang Tutup Usia
Sujiwo Tejo Sebut Bercandaan Gus Miftah pada Yati Pesek Sudah Biasa, Benarkah Guyonan Menyindir Fisik Dianggap Wajar dalam Pagelaran Wayang?
Karakter Tragis dalam Wayang Kulit, Kisah Sang Ksatria yang Terjebak Antara Kesetiaan dan Identitas Asli