SketsaNusantara.id - Gus Miftah, kini kerap jadi sorotan publik setelah video lawasnya yang dianggap menghina Yati Pesek viral di media sosial.
Dalam video viral berdurasi dua menit yang diunggah akun X @jawafess beberapa waktu lalu menunjukkan Gus Miftah melontarkan guyonan yang menyinggung fisik Yati Pesek, seperti menyebut wajahnya jelek.
Gus Miftah juga menyandingkan Yati Pesek dengan "lo**e" (PSK), hingga menyebut bagian tubuhnya sudah "expired" yang merujuk pada pelecehan secara verbal.
Baca Juga: Gus Miftah Blak-blakan! Pernah Ditawari Jadi Gubernur Lampung, tapi Pilih Ogah, Kenapa?
Meski disampaikan dalam konteks bercanda untuk mengundang tawa penonton pada pagelaran wayang dua tahun lalu, banyak pihak menilai ucapan tersebut sudah keterlaluan.
Guyonan Gus Miftah hingga menyebut fisik pada bagian intim dianggap tidak pantas dilontarkan di depan umum, hingga membuat Yati Pesek sakit hati karena perkataannya.
Di sisi lain, Sujiwo Tejo menyebut guyonan Gus Miftah pada Yati Pesek sebagai suatu hal yang sudah biasa dilontarkan dalam pagelaran wayang.
"Saya bukannya membela Gus Miftah, tapi kalo Bu Yati terseinggung, lantas itu nama Yati Pesek apa nggak menghina dirinya sendiri? kenapa nggak dipanggil Suyati saja?" komentar seniman yang sekaligus berprofesi sebagai dalang itu dalam video yang diunggah di kanal YouTube Sujiwo Tejo pada hari Selasa, 10 Desember 2024.
"Dalam wayang itu sudah biasa, bercandaan sampai menyinggung fisik hingga ke bagian intim. Kalau yang gak pernah lihat wayang ya jelas kaget, saya kan dalang jadi saya sudah biasa dengar guyonan seperti Miftah itu," imbuhnya.
Lantas, benarkah guyonan hingga menyindir fisik seseorang sudah biasa dilontarkan dalam pagelaran wayang? Berikut pendapat dalang senior dihimpun SketsaNusantara.id dari berbagai sumber.
Baca Juga: Gus Miftah Mengaku Potongan Rambutnya Ditawar Miliaran, Warganet: Rambut Hahal, Harga Diri?
Mengutip dari laman Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, pagelaran wayang di Jawa dikenal sebagai media seni budaya yang tak hanya menghibur tetapi juga sarat pesan moral, dan kritik sosial.
Guyonan sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dan dilakukan pelawak atau seniman legendaris seperti Yati Pesek untuk mencairkan suasana dan menghibur penonton.
Artikel Terkait
Dunia Wayang Kulit Berduka, Dalang Senior Ki Warseno Slenk Meninggal Dunia, Sempat Dirawat, Sakit Apa?
Siapa Nama Asli Ki Warseno Slenk? Mengenal Lebih Dekat Dalang Wayang Kulit Senior Bergelar Doktor yang Tutup Usia
Suami Istri di Jambi Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri, Polisi Dalami Motifnya
Ki Warseno Slenk Tutup Usia, Ternyata Begini Perjalanan Karier Dalang Kondang Bergelar Doktor di Dunia Pewayangan
Siapa Nursam Jhonlin? Sosok Istri Haji Isam Crazy Rich Asal Kalimantan Selatan yang Hobi Koleksi Tas Hermes
Pembunuhan Perempuan di Jember Ditetapkan Sebagai Femisida, Komnas Perempuan Desak UU TPKS Jadi Dasar Hukum Utama
Geger, Video Dokter Koas di Palembang Dipukuli, Diduga Gara-Gara Jadwal Jaga Tahun Baru, Berikut Kronologinya
Dicap Mario Dandy Kedua, Netizen Kuliti Sosok Dokter Koas FK UNSRI yang Tak Terima Soal Jadwal Jaga, Anak Pejabat?