Senin, 22 Juni 2026

Ki Warseno Slenk Tutup Usia, Ternyata Begini Perjalanan Karier Dalang Kondang Bergelar Doktor di Dunia Pewayangan

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Desember 2024 | 20:00 WIB
Dalang wayang kulit senior, Ki Warseno Slank meninggal dunia di rumah sakit pada Kamis 12 Desember 2024 (YouTube Ki Warseno Slenk)
Dalang wayang kulit senior, Ki Warseno Slank meninggal dunia di rumah sakit pada Kamis 12 Desember 2024 (YouTube Ki Warseno Slenk)

SketsaNusantara.id- Kabar duka datang dari Dalang Ki Warseno Slenk yang menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo.

Ki Dalang yang bernama lengkap Warseno Hardjo Darsono adalah satu-satunya dalang bergelar doktor meninggal dunia pada Kamis, 12 Desember 2024, pukul 04.30 WIB.

Sebelumnya Ki Warseno Slenk sempat dirawat di rumah sakit PKU Solo selama tiba hari karena menderita sakit jantung, yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @S4N_W1B1 (Santoso Wibisono).

Baca Juga: Borok Ponpes Ora Aji Milik Gus Miftah Terbongkar, Pengunjung Diperlakukan Bak Pengemis hingga Bikin Macet Kalau Bikin Acara

Lantas siapa sebenarnya sosok Ki Warsobo Slenk ini? Berikut penjelasan terkait perjalanan kariernya.

Warsina Hardjadarsana atau Ki Warseno Slenk adalah pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah pada 18 Juni 1965.

Ia menimba ilmu dengan berkuliah di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta untuk mendapatkan gelar Sarjana.

Baca Juga: 2 Jam Hujan Deras Sejumlah Wilayah di Jember Tergenang Air Setinggi Perut Orang Dewasa, Ketua Baret: Waspada!

Selanjutnya Ki Warseno memutuskan melanjutkan lagi ke jenjang S2 di Magister Administrasi Publik di UGM Yogyakarta.

Bahkan dirinya berhasil menyelesaikan program Doktoral-nya di Universitas Sebelas Maret (UNS).

Sementara itu untuk kariernya sebagai seorang dalang? Ki Warseno Slenk sudah menekuni dunia seni pedalangan sejak usianya masih kecil.

Baca Juga: Penetapan Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Ditunda, KPU Jember Masih Tunggu Arahan dari KPU RI

Sosoknya dikenal atas dedikasinya yang tinggi dalam upaya melestarikan dan memajukan seni pewayangan Jawa.

Ia memiliki gaya pakeliran yang unik dan inovatif, sehingga membuat penampilannya akan selalu dinantikan oleh para penggemar wayang kulit, baik lokal ataupun di kancah internasional.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: X @S4N_W1B1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X