Dalam konteks ini, beberapa budayawan Jawa, termasuk Sujiwo Tejo, menyebut guyonan Gus Miftah adalah hal biasa dalam tradisi wayang.
Sujiwo menilai nama panggung Yati Pesek sendiri, yang merujuk pada fisiknya, merupakan bagian dari budaya bercanda di lingkungan seni.
Namun, argumen ini menuai kritik tajam. Aktivis perempuan Kalis Mardiasih menegaskan bahwa guyonan Gus Miftah terhadap Yati Pesek melampaui batas budaya dan masuk dalam kategori pelecehan verbal.
Baginya, lelucon yang merendahkan fisik seseorang, apalagi di ruang publik, tidak dapat diterima dalam norma kesopanan.
Pada kasus Gus Miftah, ulama berambut gondrong itu menunjukkan rendahnya penghormatan terhadap sesama manusia terlebih kepada Yati Pesek yang berusia lebih tua darinya.
Dalam budaya Jawa, seni dan humor memiliki batasan yang diatur oleh tata krama dan nilai kesopanan. Guyonan di pagelaran wayang boleh mengangkat kritik sosial atau situasi aktual, tetapi tetap harus memperhatikan rasa hormat terhadap individu.
Tradisi Jawa, termasuk wayang menjunjung tinggi nilai tepa selira (tenggang rasa) dan unggah-ungguh (kesopanan). Oleh karena itu, bercanda dengan menyinggung fisik atau menghina seseorang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.
Salah satu dalang legendaris dan budayawan Jawa seperti almarhum Ki Manteb Sudarsono, pernah berpesan dan menekankan bahwa humor dalam wayang seharusnya mendidik dan tidak menyakiti perasaan orang lain.
"Wayang bukan cuma sebuah tontonan tapi juga jadi tuntunan yang mempertunjukkan kebudayaan yang menarik, menghibur tapi juga sarat pesan dan nilai moral," komentar Ki Manteb Sudarshono beberapa tahun lalu.
Dengan demikian, guyonan Gus Miftah dianggap telah melanggar prinsip dasar tersebut karena pemilihan kata-katanya untuk Yati Pesek telah masuk ke ranah merendahkan dan tak menghormati sesama manusia terutama wanita.
Baca Juga: Menyesal Undang Gus Miftah, Andy F Noya Sampai Geleng-geleng Kepala, Kenapa?
Video viral guyonan Gus Miftah pada Yati Pesek memunculkan perdebatan lebih luas tentang relevansi tradisi dalam budaya modern.
Artikel Terkait
Dunia Wayang Kulit Berduka, Dalang Senior Ki Warseno Slenk Meninggal Dunia, Sempat Dirawat, Sakit Apa?
Siapa Nama Asli Ki Warseno Slenk? Mengenal Lebih Dekat Dalang Wayang Kulit Senior Bergelar Doktor yang Tutup Usia
Suami Istri di Jambi Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri, Polisi Dalami Motifnya
Ki Warseno Slenk Tutup Usia, Ternyata Begini Perjalanan Karier Dalang Kondang Bergelar Doktor di Dunia Pewayangan
Siapa Nursam Jhonlin? Sosok Istri Haji Isam Crazy Rich Asal Kalimantan Selatan yang Hobi Koleksi Tas Hermes
Pembunuhan Perempuan di Jember Ditetapkan Sebagai Femisida, Komnas Perempuan Desak UU TPKS Jadi Dasar Hukum Utama
Geger, Video Dokter Koas di Palembang Dipukuli, Diduga Gara-Gara Jadwal Jaga Tahun Baru, Berikut Kronologinya
Dicap Mario Dandy Kedua, Netizen Kuliti Sosok Dokter Koas FK UNSRI yang Tak Terima Soal Jadwal Jaga, Anak Pejabat?