Pilihan kita sederhana, tetapi menentukan: apakah kita membangun generasi yang menggunakan AI untuk berpikir lebih dalam, atau generasi yang berhenti berpikir karena AI sudah memberi jawaban.
Pada akhirnya, masa depan nalar generasi bangsa tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita miliki, tetapi oleh budaya yang kita bangun hari ini. Jika pendidikan gagal menjaga budaya berpikir, maka yang lahir bukan generasi cerdas, melainkan generasi yang sekadar cepat. cepat menjawab, tetapi lambat memahami.***
*Dosen UNWAHA Tambakberas Jombang
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!