Pilihan kita sederhana, tetapi menentukan: apakah kita membangun generasi yang menggunakan AI untuk berpikir lebih dalam, atau generasi yang berhenti berpikir karena AI sudah memberi jawaban.
Pada akhirnya, masa depan nalar generasi bangsa tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita miliki, tetapi oleh budaya yang kita bangun hari ini. Jika pendidikan gagal menjaga budaya berpikir, maka yang lahir bukan generasi cerdas, melainkan generasi yang sekadar cepat. cepat menjawab, tetapi lambat memahami.***
*Dosen UNWAHA Tambakberas Jombang
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
DevFest Bandung 2025 Pecahkan Rekor, 2.000 Peserta Serap Wawasan AI dan Cloud dalam Ajang Teknologi Terbesar di Indonesia
UI Resmi Buka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial, Siap Cetak Inovator AI Berdaya Saing Global
Bir Jawa, Minuman Tradisional Kraton Yogyakarta Hasil Akulturasi Budaya Favorit Sultan Hamengkubuwono VIII
Viral Anak Putus Sekolah Demi Bantengan di Malang Jadi Sorotan, Budaya Lokal Dinilai Perlu Diarahkan