SketsaNusantara.id - Bir Jawa, salah satu minuman tradisional yang berkembang di lingkungan Kraton Yogyakarta.
Meski menyandang nama ‘Bir’, minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali.
Bir Jawa terbuat dari racikan berbagai macam rempah tanpa fermentasi, mencerminkan perjumpaan budaya Jawa juga Eropa.
“Bir Jawa ini adalah akulturasi dari bir yang selama ini dikonsumsi oleh teman-teman Belanda,” ujar Ahli Gastronomi Dr. Minta Harsana M,Sc sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah kanal YouTube Cerita Budaya Bahasa pada 24 Februari 2025 lalu.
Bir Jawa muncul pada masa saat Kraton Yogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, sekitar tahun 1900-an.
Dinukil dari buku karya Murdjiati Gardjito dan Retnosyari Septiyani, Dari Bir Jawa Sampai Wedang Uwuh, 26 Minuman Tradisional Khas Yogyakarta, kemunculan Bir Jawa berkaitan erat dengan kedatangan bangsa Eropa di Nusantara.
Orang-orang Eropa termasuk Belanda pada umumnya memiliki kebiasaan menyajikan dan mengonsumsi minuman beralkohol.
Kebiasaan itu kemudian mulai ditiru oleh kalangan elit dari masyarakat Jawa seperti para Raja dan bupati yang mulai menyajikan bir saat menjamu tamu dari Belanda dan Eropa.
Bir Jawa, Cara Diplomasi Sultan Hamengkubuwono VIII
Sri Sultan Hamengkubuwono VIII menciptakan Bir Jawa sebagai respons dari kebiasaan masyarakat Eropa dan Belanda yang kerap menyajikan dan mengkonsumsi alkohol.
Dikutip dari unggahan akun Facebook Sejarah Yogyakarta pada 20 Desember 2023, minuman tersebut merupakan bentuk penyesuaian dari pihak Kraton dengan kebiasaan masyarakat Eropa yang umumnya gemar bersulang dengan minuman alkohol.
Artikel Terkait
Bikin Kangen! 5 Permainan Tradisional Indonesia Ini Punya Sejarah, Filosofi, dan Manfaat yang Baik untuk Anak, Sayangnya Kini Sudah Jarang Dimainkan
8 Jenis Jamu Tradisional Indonesia dengan Filosofi dan Khasiatnya, Sebagai Simbol Awal Kehidupan hingga Bermanfaat untuk Meremajakan Kulit
6 Kuliner Tradisional Khas Indonesia yang Terbuat dari Beras Ketan, Cita Rasa Autentik Nusantara, Manis Legit hingga Gurih
Arti Permainan Tradisional Hompimpa, Berasal dari Bahasa Sansekerta dan Mengajarkan Nilai-Nilai Kehidupan
Khas Yogyakarta, Makanan Tradisional Kotagede Peninggalan Abad ke-17 ini Terus Dilestarikan
Anyaman Rasa dari Kotagede, Ukel Banjar Bertahan sebagai Camilan Tradisional Penuh Nilai Budaya
Kipo Kotagede, Jajanan Tradisional Berbentuk Lonjong yang Menyimpan Sejarah Panjang sejak Zaman Kerajaan Mataram