Di lingkungan kraton pada masa itu, Bir Jawa menjadi salah satu alat komunikasi dan politik yang digunakan pihak kraton Yogyakarta saat menjamu tamu dari Eropa maupun Belanda.
Pihak kraton akan menyajikan minuman bir kepada orang-orang penting termasuk tamu-tamu dari Eropa dan Belanda.
Sementara itu, tamu lainnya yang hadir di pertemuan tersebut akan disajikan Bir Jawa.
Ir. Sumartoyo, Juru Masak Bir Jawa di Kraton menjelaskan, penciptaan Bir Jawa termasuk ke dalam gastrodiplomasi.
“Bisa disebut juga sebagai minuman atau gastrodiplomasi. Beliau (Sultan Hamengkubuwono VIII) menciptakan minuman ini untuk menghormati tamunya,” ujar Sumartoyo dikutip dari video yang diunggah kanal YouTube Kisarasa, 9 September 2022.
Selain bentuk menghormati tamu, penyajian Bir Jawa ini juga efektif dalam menghemat pengeluaran kraton saat itu karena biaya pembuatannya yang lebih terjangkau dibandingkan menyajikan bir dari Eropa.
Bahan-bahan Bir Jawa
Sumartoyo menjelaskan bahwa Bir Jawa sebetulnya termasuk ke dalam salah satu variasi minuman tradisional.
Bahan utama pembuatan Bir Jawa yakni kayu secang, serai, jahe, kapulaga juga daun pandan.
Sumartoyo menjelaskan, bahan-bahan pembuatan Bir Jawa mirip dengan Wedang Secang.
Bedanya terletak pada sentuhan akhir, yakni tetesan perasan jeruk nipis yang mengubah warna rebusan rempah-rempah tersebut dari merah menjadi kuning seperti minuman bir.
“Kalau Bir Jawa, itu tinggal rebusan wedang secang tadi kita tuangkan dalam gelas kemudian kita tambahkan perasan jeruk nipis,” jelasnya.
Artikel Terkait
Bikin Kangen! 5 Permainan Tradisional Indonesia Ini Punya Sejarah, Filosofi, dan Manfaat yang Baik untuk Anak, Sayangnya Kini Sudah Jarang Dimainkan
8 Jenis Jamu Tradisional Indonesia dengan Filosofi dan Khasiatnya, Sebagai Simbol Awal Kehidupan hingga Bermanfaat untuk Meremajakan Kulit
6 Kuliner Tradisional Khas Indonesia yang Terbuat dari Beras Ketan, Cita Rasa Autentik Nusantara, Manis Legit hingga Gurih
Arti Permainan Tradisional Hompimpa, Berasal dari Bahasa Sansekerta dan Mengajarkan Nilai-Nilai Kehidupan
Khas Yogyakarta, Makanan Tradisional Kotagede Peninggalan Abad ke-17 ini Terus Dilestarikan
Anyaman Rasa dari Kotagede, Ukel Banjar Bertahan sebagai Camilan Tradisional Penuh Nilai Budaya
Kipo Kotagede, Jajanan Tradisional Berbentuk Lonjong yang Menyimpan Sejarah Panjang sejak Zaman Kerajaan Mataram