sketsa

Saatnya Merenung, Bergerak, dan Meneguhkan Kembali Makna Pendidikan

Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB
Siti Khotimah (SketsaNusantara.id)

Semangat perubahan juga lahir dari para siswa yang terus menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, keberanian untuk mencoba, dan keteguhan untuk meraih mimpi.

Baca Juga: Internalisasi Pendidikan Islam dalam Edukasi Seksual Anak

Sementara itu, peran orang tua dan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pendidikan turut memperkuat ekosistem belajar yang lebih inklusif dan humanis.

Namun, merenung saja tidaklah cukup. Hardiknas mengingatkan kita bahwa setelah renungan harus ada gerakan. Gerakan untuk memperbaiki diri, memperkuat dan memperluas kualitas pendidikan. Gerakan untuk saling mendukung, bergandengan tangan antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Setiap lapisan memiliki peran yang tak tergantikan. Pendidikan yang kuat hanya akan terwujud ketika semua unsur saling menguatkan, saling percaya, dan saling mendorong satu sama lainnya.

Baca Juga: Mengapa Pendidikan yang Harus Dikorbankan?

Dan pada akhirnya, kita perlu meneguhkan kembali makna pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Buahnya mungkin tidak dapat terlihat hari ini, tetapi akan menjadi penentu masa depan bangsa dan negara.

Pendidikan harus kembali pada hati, pada niat yang tulus dan ikhlas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pada komitmen menghadirkan keadilan bagi seluruh anak Indonesia, dan pada tekad membangun generasi yang berkarakter, beradab, berbudi pekerti yang luhur serta berdaya saing.

Baca Juga: Kapitalisme Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Paulo Freire, Ivan Illich, dan Erich Fromm

Hari Pendidikan Nasional bukan hanya seruan perayaan atau peringatan, melainkan seruan kesadaran. Kesadaran bahwa kita semua adalah bagian dari perjalanan besar ini. Bahwa setiap langkah kecil dalam mendidik, setiap perhatian yang diberikan kepada anak, setiap kebijakan yang dibuat dengan niat baik semuanya akan berkontribusi pada masa depan yang lebih cerah dan baik.

Semoga Hardiknas tahun ini benar-benar menjadi momentum bagi kita untuk merenung, bergerak, dan meneguhkan kembali makna pendidikan. Karena hanya dengan pendidikan yang bermakna, bangsa dan negara ini dapat melangkah maju, tumbuh kokoh, dan berdiri sejajar di tengah percaturan dunia.

Pendidikan adalah cahaya, dan tugas kitalah untuk memastikan cahaya itu tetap menyala, menerangi setiap perjalanan generasi yang akan datang.***

*Guru PAI SD Negeri 4 Ngasem Ngajum Malang.

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB