Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur menegaskan bahwa konflik agraria struktural seperti yang terjadi di Desa Pakel membutuhkan pemahaman dan penyelesaian yang mendalam, bukan sekadar pendekatan hukum yang represif.
Wahyu Eka Setiawan selaku Direktur WALHI Jatim, dalam wawancara bersama SketsaNusantara.id mengingatkan jika konflik agraria diperlakukan sebagai masalah kriminal, maka pendekatan yang diambil hanya akan memperburuk situasi dan menambah ketegangan.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyerukan agar Pemkab Banyuwangi mencabut surat edaran yang kontroversial tersebut dan mengalihkan penyelesaian konflik agraria di Desa Pakel ke GTRA Banyuwangi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Selain itu, mereka menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak, termasuk warga Desa Pakel, ahli agraria, dan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyelesaian konflik ini.
Harapan Akan Keadilan Agraria di Masa Depan
Kasus di Desa Pakel menjadi cerminan betapa pentingnya keadilan agraria bagi masyarakat kecil di Indonesia. Ketimpangan penguasaan lahan yang terjadi selama ini harus segera diakhiri, dan reformasi agraria yang sejati harus dilaksanakan.
Pemkab Banyuwangi diharapkan dapat belajar dari kesalahan ini dan mulai menerapkan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat kecil. Tanah bukan hanya aset ekonomi, tetapi juga merupakan sumber kehidupan dan identitas bagi banyak orang.
Dengan adanya perhatian yang lebih serius dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan konflik agraria seperti yang terjadi di Desa Pakel Banyuwangi tidak lagi terjadi di masa depan. Rakyat menunggu keadilan dan keadilan harus ditegakkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Terjawab! Relawan Jokowi Turun Tangan Soal Tudingan Jet Pribadi Kaesang dan Erina, Ternyata Pakai Uang...
Kenapa PDIP Belum Umumkan Anies Baswedan sebagai Cagub Jakarta? Ucapan Megawati Jadi Sorotan, Diduga Sindir Abah
Belum Ada Anies Baswedan dan Rano Karno, Inilah Hasil Keputusan Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan dalam Pilkada 2024
Isyaratkan Bahwa Rakyat Dibungkam, Megawati Tanggapi Gelombang Protes UU Pilkada
Digadang Bakal Dampingi Anies Baswedan, Ini Rekam Jejak Rano Karno yang Maju Jadi Calon Wakil Gubernur Jakarta pada Pilkada 2024
Waduh, Harta Airin Rachmi Diany Calon Gubernur Banten Berkurang 80 Persen! Tak Punya Mobil, Cuma Tanah Hasil Hibah
Diusung PDIP, Airin Rachmi Diany Langsung Kena ‘Ospek’ Megawati saat Diusung Jadi Cagub Banten, Gara-Gara Apa?