Minggu, 19 Juli 2026

Fadli Zon dan Pemerkosaan Massal 1998: Menyangkal Fakta untuk Wajah Baru Sejarah Indonesia

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Juni 2025 | 16:30 WIB
Kerusuhan Mei 1998 dan fakta pemerkosaan massal (Pexel/Wizurai Mahatma)
Kerusuhan Mei 1998 dan fakta pemerkosaan massal (Pexel/Wizurai Mahatma)

Baca Juga: Fadli Zon Sebut Kasus Pemerkosaan Massal Pada Kerusuhan Mei 98 Hanya Rumor Tanpa Data, Melanie Subono: Demi Nulis Sejarah Baru!

Menurutnya, pernyataan Fadli Zon terlihat sebagai penyangkalan ganda demi menghindari rasa bersalah, malu atau tidak nyaman pada pemerintah.

Pertama, penolakan langsung terhadap fakta dengan menyebutkan perkosaan massal pada Kerusuhan Mei 1998 adalah rumor.

Dan kedua, penyangkalan interpretatif Fadli Zon yang mengakui fakta Kerusuhan Mei 1998, namun menafsirkan secara berbeda dengan tone positif.

Penulis sepaham dengan Usman Hamid, bahwa penyangkalan atas pemerkosaan massal yang dialami sebagian besar oleh perempuan etnis Tionghoa justru akan memecah belah kesatuan bangsa.

Atau jangan-jangan, benar kata Usman Hamid bahwa pernyataan Fadli Zon merupakan penyangkalan atas rekomendasi kedua TGPF yang menyebutkan nama petinggi pemerintah sekarang: Syafrie Syamsoeddin dan Prabowo Subianto.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X