Selama tiga tahun dalam pertapaannya, Raden Syahid merekam semua suara alam dalam alam bawah sadarnya, bahwa air mengalir, suara ikan yang mengambil nafas di sungai yang kemudian menjadi guru baginya yang mengajari tentang siklus kehidupan.
Dari sana pula titik kesadaran Raden Syahid bangkit bahwa alam bukan hanya tentang manusia namun segala unsur kehidupan disekitarnya seperti hewan, air dan tumbuhan yang merupakan bagian darinya.
Sebab itulah segala unsur alam itu harus berjalan dengan seimbang tanpa ada ketertindasan dalam satu pihak, dengan demikian dunia akan berjalan dengan semestinya.
Rupanya pemikiran seperti itulah yang dimaksudkan Sunan Bonang akan didapatkan Raden Syahid ketika bersemedi dipinggir sungai tersebut. Pemikiran seperti itulah yang kemudian menjadi dasar ajarannya.
Tak terasa tiga tahun berlalu, Raden Syahid tenggelam dalam meditasi yang dalam hingga kemudian Sunan Bonang datang kembali dengan senyum bahagia bahwa ia berhasil mencetak satu orang yang nantinya akan menemani dirinya berdakwah dalam Islam.
Sunan Bonang membangunkan Raden Syahid dengan kumandang adzan yang begitu lembut hingga membuat hati Raden Syahid begitu adem dan menyadarkannya berada dalam dunia yang seolah baru dalam pandangannya, seolah ia terlahir kembali.
Dengan lembut dan penuh kasih lalu Sunan Bonang sampaikan padanya bahwa inilah saatnya bagi Raden Syahid untuk belajar agama Islam yang formal untuk persiapkan diri dalam peran baru yang akan dijalaninya.
Maka di bawah bimbingan intensif Sunan Bonang, Raden Syahid yang awalnya merupakan seorang pencuri Budiman, berlahan menjelma menjadi penyebar Islam.
Dengan tingkat spiritualnya yang tinggi, Raden Syahid yang kini mendapatkan julukan Sunan Kalijaga berdakwah di jalan Islam dengan metode lembut dan unik. Ia gunakan metode dakwah dengan menyisipkan tradisi lokal sehingga kesan dakwahnya bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat.
Melalui syair-syair yang penuh makna, Sunan Kalijaga bersyiar dengan jalan damai hingga pengikutnya berasal dari banyak kalangan, mulai dari masyarakat biasa, pejabat hingga perampok yang terkesan padanya.***
Artikel Terkait
Misteri Usia Sunan Kalijaga Hingga Dimakamkan di Demak, Wali Songo yang Hidup di 4 Masa Kerajaan Nusantara
Mau ke Makam Sunan Muria di Kudus? Nikmati Sensasi Naik Ojek Ala Valentino Rossi, Wisata Religi Plus Uji Nyali!
Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok
Terkenal Sebagai Kamus Lokal Berjalan Penguasa 99 Bahasa, Inilah 5 Karomah Strategi Dakwah ala Sunan Gunung Jati yang Melegenda di Nusantara
Kisah Wali Songo: Kesaktian Sunan Bonang Taklukkan Brahmana Sakyakirti dari India pada Agama Islam
Awal Mula Sunan Kalijaga Berjalan dari Demak ke Selatan Membuka Mataram Islam, Ada Ancaman Kehancuran Peradaban Nusantara
Sembuhkan Penyakit Tanpa Fasilitas Kedokteran, 5 Kesaktian Sunan Gunung Jati Memang Gak Ada Lawan, Apa Saja?
Kisah Sunan Ampel: Mengulik Asal Usul Kedatangan dan Gerakan Dakwah Kreatif dalam Sejarah Perkembangan Islam Nusantara, Bapak Para Wali?