Kamis, 4 Juni 2026

Inilah Kisah Sunan Kalijaga, Putra Adipati Tuban yang Menjelma Menjadi Robin Hood van Java dan Penyebar Islam Berpengaruh di Pulau Jawa

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 27 Juni 2024 | 16:30 WIB
Ilustrasi Raden Syahid atau Sunan Kalijaga (Instagram/@hisamalgibran)
Ilustrasi Raden Syahid atau Sunan Kalijaga (Instagram/@hisamalgibran)

Baca Juga: Keajaiban Beringin Peninggalan Sunan Kalijaga di Kotagede Yogyakarta, Jadi Sumber Mata Air Hingga Berjalan 100 Meter!

Selama tiga tahun dalam pertapaannya, Raden Syahid merekam semua suara alam dalam alam bawah sadarnya, bahwa air mengalir, suara ikan yang mengambil nafas di sungai yang kemudian menjadi guru baginya yang mengajari tentang siklus kehidupan.

Dari sana pula titik kesadaran Raden Syahid bangkit bahwa alam bukan hanya tentang manusia namun segala unsur kehidupan disekitarnya seperti hewan, air dan tumbuhan yang merupakan bagian darinya.

Sebab itulah segala unsur alam itu harus berjalan dengan seimbang tanpa ada ketertindasan dalam satu pihak, dengan demikian dunia akan berjalan dengan semestinya.

Rupanya pemikiran seperti itulah yang dimaksudkan Sunan Bonang akan didapatkan Raden Syahid ketika bersemedi dipinggir sungai tersebut. Pemikiran seperti itulah yang kemudian menjadi dasar ajarannya.

Tak terasa tiga tahun berlalu, Raden Syahid tenggelam dalam meditasi yang dalam hingga kemudian Sunan Bonang datang kembali dengan senyum bahagia bahwa ia berhasil mencetak satu orang yang nantinya akan menemani dirinya berdakwah dalam Islam.

Sunan Bonang membangunkan Raden Syahid dengan kumandang adzan yang begitu lembut hingga membuat hati Raden Syahid begitu adem dan menyadarkannya berada dalam dunia yang seolah baru dalam pandangannya, seolah ia terlahir kembali.

Baca Juga: Salah Satu Sosok Walisongo Ini Keturunan Rasulullah SAW, Benarkah? Cek 5 Fakta Menarik Tentang Sunan Gunung Jati

Dengan lembut dan penuh kasih lalu Sunan Bonang sampaikan padanya bahwa inilah saatnya bagi Raden Syahid untuk belajar agama Islam yang formal untuk persiapkan diri dalam peran baru yang akan dijalaninya.

Maka di bawah bimbingan intensif Sunan Bonang, Raden Syahid yang awalnya merupakan seorang pencuri Budiman, berlahan menjelma menjadi penyebar Islam.

Dengan tingkat spiritualnya yang tinggi, Raden Syahid yang kini mendapatkan julukan Sunan Kalijaga berdakwah di jalan Islam dengan metode lembut dan unik. Ia gunakan metode dakwah dengan menyisipkan tradisi lokal sehingga kesan dakwahnya bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat.

Melalui syair-syair yang penuh makna, Sunan Kalijaga bersyiar dengan jalan damai hingga pengikutnya berasal dari banyak kalangan, mulai dari masyarakat biasa, pejabat hingga perampok yang terkesan padanya.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Marhaban

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X