Kamis, 4 Juni 2026

Inilah Kisah Sunan Kalijaga, Putra Adipati Tuban yang Menjelma Menjadi Robin Hood van Java dan Penyebar Islam Berpengaruh di Pulau Jawa

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 27 Juni 2024 | 16:30 WIB
Ilustrasi Raden Syahid atau Sunan Kalijaga (Instagram/@hisamalgibran)
Ilustrasi Raden Syahid atau Sunan Kalijaga (Instagram/@hisamalgibran)

Di pinggir Hutan Jatiwangi, Raden Syahid merenung sendirian tentang nasibnya yang sedang mencari keadilan untuk rakyat dan hukuman yang diterima olehnya akibat telah memperjuangkan keadilan untuk rakyatnya.

Saat itulah, Raden Syahid memutuskan bahwa ia akan tetap berada di jalan yang selama ini telah ditempuhnya, yakni memperjuangkan rakyat kecil.

Kalau pada awalnya ia mencuri barang milik kadipaten, kini Raden Wijaya menargetkan barang curian yang lebih besar dari kafilah pedagang yang melintas.

Ia merampas kekayaan dari saudagar-saudagar kaya itu untuk kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan.

Baca Juga: Gak Bisa Sembarangan? Alasan Orang Biasa Dilarang Masuk Ke Makam Sunan Gunung Jati, Harus Penuhi 2 Kriteria Ini

Saat itulah Raden Syahid memiliki julukan Lokajaya, sosok yang ditakuti karena dikenal sebagai penjarah ulung.

Pada suatu hari, Raden Syahid bertemu dengan satu sosok dipinggir hutan yang ternyata itu adalah Sunan Bonang yang dalam penglihatan Raden Syahid sosok itu sedang memegang tongkat emas.

Sunan Bonang mengetahui bahwa pemuda didepannya tersebut tertarik dengan tongkat emas di tangannya, namun dilain pihak Sunan Bonang tahu bahwa saat itu Raden Syahid sedang berada dalam kebingungan antara keinginan berbuat baik.

Kesimpulan itu diambil tak kala Raden Syahid menjawab bahwa ia hanya ingin menolong rakyat yang sedang sangat membutuhkan.

Saat itu juga Sunan Bonang mengatakan bahwa jalan yang diambil Raden Syahid untuk menolong rakyat adalah jalan kesesatan meski dibalut niat yang mulia.

Sunan Bonang kemudian mengatakan bahwa kebenaran dan keadilan tidak dicapai dengan salah seperti yang terlah dilakukan Raden Syahid selama ini.

Namun Sunan Bonang yang sudah memiliki tingkat spiritual makrifat paham bahwa seseorang seperti Raden Syahid bukanlah orang yang bisa menerima ajaran yang tidak dipahaminya.

Baca Juga: Gak Kalah Dahsyat! Ini Rentetan Karomah Sunan Kudus, Kalahkan Kerajaan Majapahit Dengan Serangan 1 Juta Tikus?

Untuk itu Sunan Bonang memutuskan mengajarkan Islam kepada Raden Syahid dengan cara lembut dan bertahap dalam mengenalkan Islam. Ia paham bahwa mengajarkan Islam tidak cukup hanya memberi nasehat lalu membiarkan.

Jalan dakwah yang biasa dilakukan Sunan Bonang selama ini adalah memastikan orang-orang yang didakwah olehnya benar-benar mengerti jalan baru yang mereka pilih, memiliki kesadaran dan juga mencintai apa yang mereka percaya saat itu.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Marhaban

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X