Di pinggir Hutan Jatiwangi, Raden Syahid merenung sendirian tentang nasibnya yang sedang mencari keadilan untuk rakyat dan hukuman yang diterima olehnya akibat telah memperjuangkan keadilan untuk rakyatnya.
Saat itulah, Raden Syahid memutuskan bahwa ia akan tetap berada di jalan yang selama ini telah ditempuhnya, yakni memperjuangkan rakyat kecil.
Kalau pada awalnya ia mencuri barang milik kadipaten, kini Raden Wijaya menargetkan barang curian yang lebih besar dari kafilah pedagang yang melintas.
Ia merampas kekayaan dari saudagar-saudagar kaya itu untuk kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan.
Saat itulah Raden Syahid memiliki julukan Lokajaya, sosok yang ditakuti karena dikenal sebagai penjarah ulung.
Pada suatu hari, Raden Syahid bertemu dengan satu sosok dipinggir hutan yang ternyata itu adalah Sunan Bonang yang dalam penglihatan Raden Syahid sosok itu sedang memegang tongkat emas.
Sunan Bonang mengetahui bahwa pemuda didepannya tersebut tertarik dengan tongkat emas di tangannya, namun dilain pihak Sunan Bonang tahu bahwa saat itu Raden Syahid sedang berada dalam kebingungan antara keinginan berbuat baik.
Kesimpulan itu diambil tak kala Raden Syahid menjawab bahwa ia hanya ingin menolong rakyat yang sedang sangat membutuhkan.
Saat itu juga Sunan Bonang mengatakan bahwa jalan yang diambil Raden Syahid untuk menolong rakyat adalah jalan kesesatan meski dibalut niat yang mulia.
Sunan Bonang kemudian mengatakan bahwa kebenaran dan keadilan tidak dicapai dengan salah seperti yang terlah dilakukan Raden Syahid selama ini.
Namun Sunan Bonang yang sudah memiliki tingkat spiritual makrifat paham bahwa seseorang seperti Raden Syahid bukanlah orang yang bisa menerima ajaran yang tidak dipahaminya.
Untuk itu Sunan Bonang memutuskan mengajarkan Islam kepada Raden Syahid dengan cara lembut dan bertahap dalam mengenalkan Islam. Ia paham bahwa mengajarkan Islam tidak cukup hanya memberi nasehat lalu membiarkan.
Jalan dakwah yang biasa dilakukan Sunan Bonang selama ini adalah memastikan orang-orang yang didakwah olehnya benar-benar mengerti jalan baru yang mereka pilih, memiliki kesadaran dan juga mencintai apa yang mereka percaya saat itu.
Artikel Terkait
Misteri Usia Sunan Kalijaga Hingga Dimakamkan di Demak, Wali Songo yang Hidup di 4 Masa Kerajaan Nusantara
Mau ke Makam Sunan Muria di Kudus? Nikmati Sensasi Naik Ojek Ala Valentino Rossi, Wisata Religi Plus Uji Nyali!
Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok
Terkenal Sebagai Kamus Lokal Berjalan Penguasa 99 Bahasa, Inilah 5 Karomah Strategi Dakwah ala Sunan Gunung Jati yang Melegenda di Nusantara
Kisah Wali Songo: Kesaktian Sunan Bonang Taklukkan Brahmana Sakyakirti dari India pada Agama Islam
Awal Mula Sunan Kalijaga Berjalan dari Demak ke Selatan Membuka Mataram Islam, Ada Ancaman Kehancuran Peradaban Nusantara
Sembuhkan Penyakit Tanpa Fasilitas Kedokteran, 5 Kesaktian Sunan Gunung Jati Memang Gak Ada Lawan, Apa Saja?
Kisah Sunan Ampel: Mengulik Asal Usul Kedatangan dan Gerakan Dakwah Kreatif dalam Sejarah Perkembangan Islam Nusantara, Bapak Para Wali?