news

5 Fakta Duduk Perkara Keributan Warga vs SMP Kristen Petra Surabaya Terkait Iuran Keamanan: Kronologi hingga Mediasi dengan Armuji

Jumat, 2 Agustus 2024 | 12:15 WIB
Potret Cak Ji jadi mediator saat warga ribut dengan Sekolah Kristen Petra Surabaya terkait masalah kenaikan iuran keamanan (Tangkapan Layar YouTube Armuji)

SketsaNusantara.id - Belum lama ini, warga di sekitaran Manyar Tirtosari masih jadi sorotan publik usai video konflik dengan pihak SMA dan SMP Kristen Petra Surabaya viral di media sosial.

Konflik warga dengan SMP Kristen Petra terjadi lantaran adanya ketidaksepakatan iuran keamanan yang menimbulkan perdebatan hingga saat ini.

Selain itu, warga protes pada pihak Sekolah Kristen Petra yang dinilai telah merugikan masyarakat karena sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Baca Juga: Viral! Konflik Warga Manyar dengan SMP Petra Surabaya, Cak Muji: Ini Jalan Umum, Bukan Jalan Warga!

Disisi lain, pihak Sekolah Kristen Petra menyebut adanya ketidak adilan hingga mendapat ancaman dan intimidasi dari warga sekitar karena masalah iuran keamanan.

Dihimpun SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Armuji, berikut 5 fakta duduk perkara yang menjadi keributan warga vs SMP Kristen Petra Surabaya hingga Wakil Walikota Armuji atau Cak Ji turun tangan jadi mediator.

1. Kronologi Permasalahan Terkait Iuran Keamanan Rp 35 Juta

Kronologi konflik warga dengan pihak SMA dan SMP Kristen Petra Surabaya ini berawal dari aduan pihak sekolah Petra terkait adanya kenaikan iuran keamanan yang jumlahnya mencapai Rp 35 juta.

Baca Juga: Cak Muji Soroti Soal Iuran yang Tidak Cocok, Bukan Kemacetan, Buntut Keributan Warga Manyar dengan SMP Kristen Petra Surabaya

Awalnya disebutkan iuran keamanan dikenakan untuk pihak sekolah sebesar Rp 25 juta lalu naik menjadi Rp 32 juta dan dalam satu tahun terakhir warga meminta iuran keamanan naik menjadi Rp 35 juta.

Dijelaskan pula iuran keamanan yang ditarik dari 1200 KK di wilayah tersebut sekitar Rp 150 ribu hingga maksimal Rp 300 ribu.

Penarikan iuran warga bergantung pada luas bangunan wilayah tempat tinggal dan dikenakan iuran lebih tinggi untuk tempat usaha.Baca Juga: Dugaan Ijazah Palsu Meita Iriantiy, Pemilik Daycare di Depok, Belum Lulus tapi Pakai Gelar Sarjana, Bisa Dipidana?

Terkait hal ini, pihak Sekolah Kristen Petra Surabaya mengaku keberatan hingga melakukan audit dan menyepakati besaran iuran keamanan sebesar Rp 25 juta.

Permasalahan ini bahkan sampai dilaporkan ke pihak yang berwajib dan DPRD Surabaya hingga jadi viral di media sosial.

Halaman:

Tags

Terkini