Kamis, 4 Juni 2026

5 Fakta Duduk Perkara Keributan Warga vs SMP Kristen Petra Surabaya Terkait Iuran Keamanan: Kronologi hingga Mediasi dengan Armuji

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 12:15 WIB
Potret Cak Ji jadi mediator saat warga ribut dengan Sekolah Kristen Petra Surabaya terkait masalah kenaikan iuran keamanan  (Tangkapan Layar YouTube Armuji)
Potret Cak Ji jadi mediator saat warga ribut dengan Sekolah Kristen Petra Surabaya terkait masalah kenaikan iuran keamanan (Tangkapan Layar YouTube Armuji)

Baca Juga: Ada JFC 2024, Dishub Jember Siapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas untuk Kurangi Kemacetan, Ini Sejumlah Ruas Jalan yang Akan Ditutup

Akses menuju perumahan ke Sekolah Petra pun benar-benar ditutup oleh warga sejak 15 Mei 2024 yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Fakta lain yang mengejutkan publik adalah pihak sekolah mengaku mendapat ancaman. Warga akan mengancam menutup akses jalan ke sekolah apabila iuran keamanan tak kunjung dibayarkan.

Warga pun membantah dan menuduh sekolah Petra mengada-ada karena tidak adanya bukti yang kuat terkait ancaman tersebut.

Baca Juga: KPU Kabupaten Mojokerto Ajak Ratusan Siswa SMK PGRI Sooko jadi Pemilih Cerdas

4. Netizen Menilai Warga Diskriminasi Terhadap Pihak Sekolah Petra

Saat proses mediasi, diketahui pula bahwa sebetulnya ada sekolah lain yang berada di sekitar Manyar yakni SDN Manyar Sabrangan dan SDN Klampis.

Namun warga mengaku tidak mempermasalahkan kedua sekolah tersebut dan tidak menarik iuran keamanan karena dianggap tidak pernah menimbulkan kemacetan lalu lintas lantaran anak didiknya berasal dari "keluarga tak berpunya".

Berbeda dengan murid-murid sekolah Petra yang tiap harinya diantar jemput menggunakan mobil yang menimbulkan masalah kemacetan hingga polusi udara.

Baca Juga: Beres Coklit 100 Persen, KPU Kabupaten Madiun Bahas Evaluasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilkada 2024

Pernyataan ini pun menjadi sorotan publik, bahkan warga dianggap melakukan diskriminasi hingga dinilai mengeruk keuntungan dari sekolah Petra yang notabene dari masyarakat kalangan menengah ke atas.

5. Gagal Mediasi dengan Cak Ji, Perkara Iuran Keamanan Diajukan sampai ke DPRD Surabaya

Meski Wakil Walikota Surabaya, Armuji atau Cak Ji ikut turun tangan jadi mediator, namun masalah ini masih tidak menemukan titik terang.

Pihak sekolah Petra tetap menolak bayar iuran keamanan Rp35 juta hingga perkara ini berlanjut ke DPRD Surabaya.

Baca Juga: Buntut Kasus Meita Irianty, Profil dan 5 Fakta Wensen School Indonesia, Daycare Didoakan Tutup Permanen?

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Youtube Armuji

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X