SketsaNusantara.id – Pengabdian di garda terdepan kesehatan bukan sekadar rutinitas bagi Tria Dewi Poerbarini (41).
Selama hampir dua dekade, bidan senior ini telah mengarungi medan ekstrem di Kecamatan Jelbuk Jember, demi memastikan setiap nyawa ibu dan bayi tetap terjaga.
Dalam misi home care terbaru bersama tim JCKIA, Tria mengenang kembali pahit getirnya berjuang di wilayah dengan akses infrastruktur yang minim dan tingkat kesadaran kesehatan yang rendah.
Baca Juga: Lawan Medan Ekstrem, Tim Medis Puskesmas Jelbuk Jember Jemput Bola Pantau Ibu Hamil Risiko Tinggi
Tria menceritakan bahwa di awal masa tugasnya, faktor pendidikan membuat banyak warga lebih memilih bantuan dukun daripada medis.
Dia mengingat satu momen krusial saat menyelamatkan seorang ibu yang mengalami perdarahan hebat akibat retensi plasenta setelah melahirkan di rumah.
"Kejadian itu terjadi pukul 11 malam. Syukurlah nyawa pasien tertolong setelah dievakuasi ke bawah. Sejak saat itu, warga mulai sadar bahwa dalam kondisi darurat, peran tenaga medis tidak tergantikan," kenang Tria.
Baca Juga: Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak
Pengorbanan paling berat dirasakan Tria saat dirinya mengandung anak ketiganya di usia 35 tahun. Meski dalam kondisi hamil, Tria tetap berangkat menembus hujan deras di waktu Maghrib demi menolong persalinan warga di wilayah atas.
Nahas, dia terjatuh dan mengalami pendarahan serius yang membuatnya harus dirawat selama 15 hari dan menerima transfusi hingga 10 kantong darah. Bagi Tria, keberhasilannya melewati masa kritis tersebut adalah mukjizat karena niat tulusnya melayani sesama.
Geografi Jelbuk menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan. Tria mengungkapkan bahwa sering kali kendaraan harus ditinggalkan di titik tertentu, dilanjutkan dengan berjalan kaki mendaki selama 1 hingga 1,5 jam.
Baca Juga: Sasar Kawasan Segitiga Emas, Satgas Tata Ruang Pemkab Jember Tertibkan Reklame Bodong
"Bagi kami yang bukan warga lokal, berjalan kaki adalah opsi paling aman karena jalur motor di sini sangat licin dan berbahaya bagi yang tidak terbiasa," jelasnya.
Tria menilai program home care lintas sektor yang dijalankan saat ini menjadi angin segar. Inisiatif ini efektif menjangkau warga yang memiliki kendala akses maupun keengganan untuk datang ke fasilitas kesehatan formal seperti Posyandu atau Puskesmas.