Sabtu, 18 Juli 2026

Lawan Medan Ekstrem, Tim Medis Puskesmas Jelbuk Jember Jemput Bola Pantau Ibu Hamil Risiko Tinggi

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 11 Februari 2026 | 10:50 WIB
Tim gabungan Jelbuk saat melakukan pelayanan kesehatan jemput bola untuk memantau ibu hamil risiko tinggi. (Dok Diskominfo Jember )
Tim gabungan Jelbuk saat melakukan pelayanan kesehatan jemput bola untuk memantau ibu hamil risiko tinggi. (Dok Diskominfo Jember )



SketsaNusantara.id – Semangat pelayanan kesehatan prima terus digalakkan di pelosok Kabupaten Jember.

Melalui program unggulan Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak (JCKIA), sebuah tim lintas sektoral di Kecamatan Jelbuk, Kamis 5 Februari 2026 lalu melakukan aksi nyata dengan mendatangi langsung (home care) para ibu hamil, yang bermukim di kawasan terpencil puncak gunung.

​Perjalanan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Jelbuk, Mahcus Rovida. Meski harus menaklukkan jalur pendakian yang curam dan melelahkan menuju Dusun Tenap, Desa Sucopangepok, langkah tim tetap mantap demi memastikan keselamatan nyawa ibu dan janin.

Baca Juga: Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak

​Aksi kemanusiaan ini bukan sekadar tugas puskesmas semata, melainkan buah kolaborasi solid seluruh pihak.

​Mahcus Rovida mengakui bahwa akses geografis menjadi tantangan terbesar, karena tim harus berjalan kaki selama kurang lebih satu jam untuk menjangkau lokasi. Penggunaan kendaraan roda dua dianggap terlalu berisiko bagi pasien karena kondisi jalan yang sangat ekstrem.

​Fokus utama kunjungan ini adalah memantau dua warga bernama Intan dan Febri yang masuk dalam kategori kehamilan berisiko. Dalam pemeriksaan di tempat, petugas menemukan adanya indikasi risiko preeklamsia atau tekanan darah tinggi pada salah satu pasien.

Baca Juga: Siapkan Ribuan Nakes dan Bentuk Satgas, Bupati Jember Gus Fawait Bakal Launching Program Home Care 14 Februari Mendatang

​"Langkah penanganan medis dan upaya pencegahan sudah kami lakukan secara langsung di lokasi untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan," ungkap Mahcus, saat dikonfirmasi, Rabu 11 Februari 2026.

​Mengingat jarak rumah pasien yang sangat jauh dari fasilitas kesehatan, Mahcus menegaskan pentingnya evakuasi dini sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Menurutnya, sangat berbahaya jika pasien baru dibawa turun gunung saat sudah merasakan kontraksi hebat.

Baca Juga: Satgas Infrastuktur dan Tata Ruang Pemkab Jember Mulai Tertibkan Jaringan Utilitas Ilegal

​"Rencana strategis kami adalah meminta pasien untuk turun dan mendekat ke fasilitas kesehatan menjelang persalinan. Mengingat medan yang sulit, mustahil proses evakuasi dilakukan secara mendadak saat kondisi darurat," tambahnya.

​Langkah jemput bola ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, bahkan hingga ke titik koordinat tersulit sekalipun.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. https://www.whatsapp.com/channel/0029VaaeilI30LKXoVqSzI1H

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X