Minggu, 19 Juli 2026

Pemkab Jember Tindak Tegas Menu Makanan Tak Layak di Program Makan Bergizi Gratis

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 30 Januari 2026 | 20:37 WIB
Pj Sekda Helmi saat sidak SPPG. (Dok Diskominfo Jember)
Pj Sekda Helmi saat sidak SPPG. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember bereaksi cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait tempe beraroma asam yang masuk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Umbulsari, Jumat 30 Januari 2026.

Melalui Satgas MBG, pemerintah melakukan inspeksi mendadak dan pembinaan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat guna mengusut kualitas bahan pangan yang dinilai di bawah standar.

​Pj Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengungkapkan adanya celah dalam sistem pengendalian mutu (quality control) di SPPG Umbulsari.

Baca Juga: Terdampak Banjir, Dapur Makan Bergizi Gratis Sumbersari Jember Diinstruksikan untuk Pindah

Meskipun sebagian bahan yang tidak segar sempat dipisahkan, nyatanya masih ada tempe berkualitas buruk yang lolos distribusi hingga sampai ke tangan siswa.

​"Kami menemukan adanya ketidaktelitian dalam penyortiran bahan baku. Akibatnya, tempe yang seharusnya tidak layak konsumsi karena sudah beraroma asam tetap tersaji untuk anak-anak," ujar Helmi usai memimpin peninjauan lapangan.

​Menyikapi temuan tersebut, Pemkab Jember kini mengambil alih pengawasan secara lebih ketat dengan melibatkan tim ahli lintas sektor.

Baca Juga: Miskomunikasi Internal Picu Masalah Distribusi Makan Bergizi Gratis di Jember

Fokus utama ke depan adalah memastikan seluruh bahan pangan berada dalam kondisi prima sebelum diolah.

​Oleh karena itu, Pj Sekda menyarankan tiga hal penting. Pertama, audit bahan baku yang melibatkan ahli gizi dan sanitarian dari Puskesmas untuk mengecek kesegaran bahan.

Kedua, perlu adanya pengawasan ketat pada proses sanitasi dan penyajian agar makanan tetap aman dikonsumsi.

Baca Juga: Tembus 11 Ribu Aduan, Pemkab Jember Sebut Permintaan Perbaikan Jalan yang Mendominasi

Ketiga, adanya pengawasan terpadu dengan membuat kolaborasi antara Satgas MBG, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan untuk memantau operasional SPPG secara berkala.

Helmi menegaskan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi besar bagi seluruh penyedia layanan gizi di Jember.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X