SketsaNusantara.id – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir, memicu rentetan bencana di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaporkan setidaknya ada tiga bencana yang terjadi hampir bersamaan, yakni pada Selasa 10 Februari 2026 kemarin.
Mulai banjir luapan, angin kencang, dan rumah roboh, yang berdampak pada puluhan kepala keluarga.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, tim reaksi cepat telah diterjunkan mulai kemarin hingga dini hari tadi, yang melakukan assessment dan membantu penyaluran bantuan.
Baca Juga: Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
"Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, personel kami bekerja ekstra menangani dampak cuaca ekstrem. Ada tiga kejadian menonjol yakni banjir luapan di Gumukmas, kerusakan rumah akibat angin kencang di empat titik berbeda, serta satu laporan rumah ambruk di Arjasa," ujar Edy Budi Susilo, Rabu 11 Februari 2026.
Bencana banjir melanda Dusun Sumbersari, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas. Luapan irigasi Bedodo Mayangan yang terjadi sejak Kamis pekan lalu puncaknya masih menggenangi pemukiman warga hingga Selasa siang.
"Hasil pendataan tercatat ada sekitar 30 unit rumah yang terpapar dengan total 90 jiwa terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter. Saat ini air mulai surut, namun kami tetap menyiagakan tim kesehatan dari Puskesmas setempat untuk memeriksa kondisi warga," jelas Edy.
Baca Juga: Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Selain banjir, angin kencang juga menyapu beberapa kecamatan pada Senin sore, yang penanganannya diselesaikan hingga Selasa malam. Edy merinci ada empat lokasi terdampak angin kencang.
Di Kecamatan Gumukmas, dua rumah di Desa Gumukmas dan Desa Karangrejo mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon nangka dan hempasan angin.
Di Kecamatan Panti, satu rumah di Desa Kemiri mengalami rusak sedang pada bagian atap dan dinding. Sementara di Kecamatan Patrang, satu rumah di Kelurahan Bintoro mengalami rusak ringan.
Baca Juga: Gempa 6,4 Magnitudo Pacitan Terasa Hingga Jember, BPBD Pastikan Kondisi Wilayah Aman
"Untuk korban di Desa Kemiri yang rumahnya rusak sedang, kami sudah menyiapkan bantuan material berupa 1.000 batu bata serta puluhan batang kayu usuk dan reng untuk membantu proses perbaikan," tambahnya.
Laporan terakhir yang diterima BPBD adalah ambruknya tembok rumah milik Yodi Baskoro di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
Artikel Terkait
Tembok Dapur Warga Kaliwates Ambrol Diterjang Longsor, BPBD Jember Pasang Terpal dan Salurkan Bantuan
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan