SketsaNusantara.id - Kasus kematian Brigadir Nurhadi terus menjadi sorotan publik. Kematian anggota Bidpropam Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang awalnya diduga kecelakaan, kini berkembang menjadi dugaan penganiayaan serius.
Terlebih, baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan momen terakhir korban sebelum ditemukan tewas.
Dalam video berdurasi 15 detik yang beredar di media sosial, tampak Brigadir Nurhadi berendam santai di kolam villa di kawasan Gili Trawangan, Lombok Utara.
Tak sendiri, korban ditemani M (Misri), teman wanita yang dibawa atasan Brigadir Nurhadi dalam sebuah acara pesta atau private party.
M juga sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kompol Y dan Ipda H, karena diduga ikut terlibat dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @fakta.indo, diketahui video ini diambil sekitar pukul 19:55 WITA, tak lama sebelum waktu kematian Brigadir Nurhadi yang diperkirakan terjadi antara pukul 20.00 hingga 21.00 WITA.
Video tersebut direkam oleh Misri Puspita Sari yang menemani Kompol I Made Yogi Purusa Utama (Kompol Yogi) dan Ipda Haris Chandra (Ipda Haris) dalam sebuah pesta.
Menariknya, M mengaku bahwa semua orang dalam keadaan mabuk. Bahkan, ia sendiri tak mengingat dengan jelas peristiwa yang terjadi.
"Memang (video) ini diambil Misri, detik-detik sebelum waktu perkiraan (Brigadir Nurhadi) meninggal antara pukul 20.00 hingga 21.00 WITA," ucap Yan Mangandar, kuasa hukum Misri pada hari Selasa, 8 Juli 2025.
M mengaku merekam Nurhadi saat tengah bersantai dalam villa. Satu-satunya tersangka wanita dalam kasus ini menyebut korban sempat mengonsumsi obat penenang bersama dengan kedua atasannya.
Pengakuan ini seolah diperkuat dengan melihat gerak-gerik Nurhadi dalam video yang sempat oleng saat berenang.