SketsaNusantara.id - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menetapkan 3 orang tersangka kasus kematian Brigadir Nurhadi.
Dua dari tiga tersangka merupakan anggota Polri yang juga bertugas bersama korban di Polda NTB.
Mereka adalah Kompol I Made Yogi Purusa Utama atau Kompol Yogi dan Ipda Haris Chandra.
Sementara itu, satu tersangka lainnya perempuan berinisial M yang sebelumnya berstatus sebagai saksi.
Kedua perwira tersebut awalnya berstatus saksi hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Mei 2025 lalu.
Tak hanya itu, baik Kompol Yogi maupun Ipda Haris Chandra, keduanya juga dipecat dalam sidang etik internal.
“Dua dari tiga tersangka diketahui merupakan anggota Polri yang sebelumnya telah diputus Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” begitu pernyataan Ditreskrimum Polda NTB dalam keterangan persnya.
Dalam kronologi yang disampaikan Polda NTB, Kompol Yogi Ipda Haris Chandra dan mendiang Brigadir Nurhadi tengah menggelar pesta di sebuah villa di Gili Trawangan pada 16 April 2025 lalu.
Tiba-tiba ketiganya terlibat insiden yang diduga dipicu sikap Brigadir Nurhadi yang menggoda salah satu teman wanita pelaku.
Berdasarkan keterangan pers Dirreskrimum Polda NTB Syafir Hidayat, korban awalnya dilaporkan meninggal karena tenggelam.
Namun berdasarkan hasil autopsi, ditemukan sejumlah luka dan lebab pada tubuh dan kepala korban.
Brigadir Nurhadi pun diyakini mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh 2 atasannya itu, Kompol Yogi dan Ipda Haris Chandra
Artikel Terkait
Ngeri! Detik-Detik Penumpang Kereta Api Sancaka Terluka Kena Pecahan Kaca Jendela yang Dilempari Batu, Begini Kronologi dan Kondisi Korban
Main Padel Kena Pajak 10 Persen, Gubernur Jakarta: 'Rata-Rata Pemainnya Mampu, Jadi Tidak Masalah'
Intip Akun TikTok Widya Anggraini, Wanita Korban Pelemparan Batu Kereta Api Sancaka yang Tengah Viral
Bupati Jember Murka ke KAI Daop 9 yang Lambat Menangani Rel Maut di Pecoro, Kondisi Jalan Rusak dan Licin saat Hujan
Polri Minta Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun, Netizen Protes hingga Singgung Damkar dan Basarnas
Sandiaga Uno Ungkap Kenapa Orang Indonesia Lebih Memilih Berobat ke Malaysia: Kuncinya 3P
Cuaca Tak Menentu, Waspadai Potensi Banjir Bandang di Lereng Argopuro Kabupaten Jember