"Untuk teman-teman nakes, tolong jangan pernah berkata kasar atau menyakiti hati pasien dan keluarganya. Mereka datang bukan hanya membawa penyakit, tetapi juga rasa takut dan diliputi rasa cemas," ucapnya yang disampaikan melalui akun Instagram @dr.muslimkasim.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan medis, tetapi juga dari cara memperlakukan pasien dengan penuh rasa hormat.
Menurutnya, satu kalimat yang baik dapat menjadi penguat bagi pasien, sedangkan perkataan yang menyakitkan justru dapat meninggalkan luka yang mendalam.
Baca Juga: Wacana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Menguat, Ini Respons Dewan Pengawas
"Bagi pasien dan keluarga, kita para nakes adalah harapan mereka di tengah musibah. Harus kita ingat bahwa Profesional itu bukan hanya tentang ilmu, tapi juga tentang hati," tuturnya.
"Mari selalu memilih tutur kata yang lembut, penuh empati dan menghargai perasaan mereka, karena dalam kondisi sulit, satu kalimat baik bisa jadi obat, dan satu kata kasar bisa jadi luka," pesannya.
Setelah kasus tersebut menjadi sorotan publik, sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang sebelumnya memberikan komentar bahkan menhujat Yurizal akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
Secara terbuka, Sejumlah dokter dan nakes mengucapkan belasungkawa setelah mendengar berita duka dari keluarga Yurizal.
Beberapa di antaranya bahkan menyatakan siap bertanggung jawab apabila ada konsekuensi yang harus dihadapi atas komentar yang telah disampaikan di media sosial.
Kisah memilukan ini menjadi sebuah potret kelam dunia medis ketika sebuah curhatan pilu berujung pada duka akibat hilangnya empati dari sejumlah dokter dan nakes yang seharusnya bisa membawa harapan bagi pasien.
Publik berharap kejadian ini tak terulang kembali. Kepergian Yurizal Tri Chaerawan menyisakan duka sekaligus menjadi pengingat pentingnya empati, terlebih kepada seorang pasien yang berada dalam kondisi fisik maupun mental yang rentan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ayah dr Aulia Risma Korban Perundungan PPDS Undip Meninggal Dunia, Inilah 5 Bahaya Negatif Bullying bagi Psikologis
Siapa Dwi Citra Weni? Karyawan PT Timah yang Dipecat Sebab Hina Karyawan Honorer yang Gunakan BPJS
Pasien di RSD dr Soebandi Tak Bisa Pulang Terkendala Data BPJS, Anggota DPRD Jember Turun Tangan
Kemenkes Laporkan Deretan RSUD yang Tercatat Sebagai Tempat Kasus Bullying Terbanyak di Indonesia, Ada 10! Salah Satunya di Wilayah Kamu?
Viral Rencana Kuliah Timothy Anugerah Saputra di Postingan Instagram, Mahasiswa FISIP Unud yang Meninggal Diduga karena Bullying
Menkeu Purbaya Ungkap Biang Kerok 'Keributan' PBI JKN: Penonaktifan Mendadak 11 Juta Peserta BPJS Justru Bikin Pemerintah Rugi? Ini Alasannya