Kamis, 6 Agustus 2026

Kisah Pilu Yurizal Tri Chaerawan, Curhatan Pasien BPJS Dibanjiri Komentar Nirempati Dokter dan Nakes hingga Akhirnya Meninggal Dunia

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:54 WIB
Potret Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang kisahnya viral usai mendapat hujatan nakes pasca curhatan viral di medsos (Instagram/lambegosiip)
Potret Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang kisahnya viral usai mendapat hujatan nakes pasca curhatan viral di medsos (Instagram/lambegosiip)

Sepupu mengabarkan Yurizal yang telah berpulang beberapa hari setelah unggahannya viral.

Pihak keluarga pun meminta maaf jika curhatan almarhum menimbulkan kegaduhan di media sosial, bahkan meminta publik untuk menghentikan hate comment di akun Yurizal agar almarhum berpulang dengan tenang.

"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat  banget," ungkap sepupu Yurizal, melalui akun Threads @Hilperd.

"Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads, sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita-cerita ke mana, bahkan ke keluarga, apa-apa nyimpan sendiri. Sudah ya jangan ada hate (comment) lagi di sini," ujarnya.

Setelah kabar meninggalnya Yurizal tersebar, seorang sahabat bernama Firhan Arief membagikan cerita mengenai hari-hari terakhir almarhum.

Baca Juga: Status BPJS Kesehatan Tiba-tiba Nonaktif, 11 Juta Peserta PBI Terdampak Kebijakan Pemutakhiran Data

Firhan mengungkapkan bahwa Yurizal baru memperoleh kamar perawatan setelah menunggu selama 2 hari di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Ia juga menceritakan momen memilukan saat melihat Yurizal menangis usai membaca komentar-komentar yang memenuhi unggahannya di Threads.

"Sebagai sahabat dekat Alm. Yurizal, Saya yang tau riwayat penyakit dari awal sampai Alm hembuskan nafas terakhir. Saya ikut mendampingi Alm dari awal masuk IGD, nunggu CT Scan sampai 48 jam, baru dapat ruangan setelah 2 hari di IGD, dan bahkan ketika Alm. mau masuk HCU ruangan penuh, akhirnya Alm diberikan tindakan khusus di ruang ranap," tulisnya melalui akun @firhan_arief.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Akui Tunggakan Peserta Melebihi Rp10 Triliun, Pemerintah Bahas Opsi Pemutihan Total

Menurut Firhan, komentar-komentar negatif membuat Yurizal semakin terpukul di tengah kondisinya yang terus melemah.

Bahkan, setelah unggahannya viral, almarhum disebut sempat merasa trauma membuka media sosial karena banyaknya komentar bernada kebencian yang diterimanya.

"Saya juga bersaksi, alm menangis dan sedih lihat threads ini. Alm capek, lelah, tapi saya gak ada di sebelah nya jadi beliau luapkan rasa sedih nya di sini. Ketika baca threads ini, Alm kondisi menurun dan sudah tidak megang alat komunikasi, airplane mode karena gak mau buka social media lagi," ungkapnya.

"Saya mewakili keluarga dan sahabat, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besar nya untuk Alm Yurizal. Semoga Alm. Yurizal Tri Chaerawan, sahabat saya di berikan tempat yang terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," pesannya.

Kasus ini turut mendapat perhatian dari sejumlah tenaga kesehatan. Dokter THT sekaligus edukator kesehatan dr. Muslim Kasim mengingatkan bahwa tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi medis, tetapi juga empati terhadap pasien.

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X