SketsaNusantara.id – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada hari pertama diwarnai dengan temuan kasus kecurangan.
Di mana pada ujian masuk pertama di UNESA diwarnai oleh kecurangan berupa joki UTBK.
Tentu saja kasus ini menjadi tamparan tersendiri bagi dunia pendidikan Indonesia terkhusus di wilayah Jawa Timur.
Baca Juga: Kasus Joki UTBK Terbongkar di Unesa, Teknologi AI Deteksi Kemiripan Wajah hingga 95 Persen
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor 1 UNESA, Profesor Martadi angkat bicara.
Seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Martadi mengungkap bagaimana kecurangan berupa masuknya joki UTBK tersebut.
"Kita sebenarnya tidak bisa disebut kebobolan karena sudah tahu potensi kecurangan itu sejak H-2," ungkapnya.
Baca Juga: Tim Siber UPA TIK UNEJ Berhasil Gagalkan Praktik Joki Ujian TOEFL CBEPT, 4 Pelaku Ditangkap
Ternyata pihak UNESA membuka satu fakta bahwa masuknya joki tersebut sudah diketahui bahkan 2 hari sebelum pelaksanaan UTBK.
"Itu berdasarkan hasil generate foto yang ditemukan kemiripan 95 persen antara salah satu peserta yang mendaftar tahun ini dengan tahun 6 yang lalu jadi aada kemiripan foto," tegasnya lagi.
Lebih lanjut Martadi menjelaskan bahwa setelah foto generate tersebut terdeteksi, pihak kampus masih menunggu apakah pada hari H yang bersangkutan akan datang.
Baca Juga: Dikabarkan Ada Kecurangan Saat UTBK SNBT, Universitas Jember Pastikan 96 Persen Peserta Ikuti Ujian
"Ternyata setelah hari H setelah kami cek di ruangan, yang bersangkutan benar-benar datang lalu kemudian panitia melakukan pengawasan lebih ketat, yang bersangkutan tetap membiarkan mengikuti proses," imbuhnya lagi.
Menurut Martadi setelah pihak panitia mengetahui bahwa joki tersebut hadir dan mengikuti ujian maka mereka membiarkan saja, namun dengan pengawasan lebih ketat.
Artikel Terkait
Modus Baru DC Pinjol? Ambulans Dipakai Tagih Utang di Sleman, Relawan Ungkap Sudah Tertipu Berkali-kali
Kericuhan Pecah di Ciracas saat Eksekusi Lahan 12.000 Meter, Warga Bertahan, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Cacat
Kabar Gembira Bagi K-Popers, Presiden Prabowo Berencana Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia, Ini Alasannya
Pangkas Jarak Pelayanan di Pelosok Jember, Gus Fawait Hadirkan Pemkab Mini
Suratno dari Partai Mana? Inilah Profil Ketua DPRD Magetan yang Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dana Pokir, Kekayaannya Jadi Sorotan
Gas Melon Langka, Warga Kecamatan Puger, Jember Rela Antri dari Pagi demi Membeli LPG 3 Kg dengan Harga Murah
Ironi! UU PPRT Baru Disahkan, 2 ART di Bendungan Hilir Lompat dari Lantai 4 Diduga Karena Majikan Galak, Satu Orang Meninggal Dunia
PMR SMK Negeri 1 Jember Gelar Sosialisasi hingga Aksi Donor Darah, Serahkan 22 Kantong ke PMI Jember