Jumat, 12 Juni 2026

Modus Baru DC Pinjol? Ambulans Dipakai Tagih Utang di Sleman, Relawan Ungkap Sudah Tertipu Berkali-kali

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 23 April 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi ambulans. (Dok. Kominfo Jember )
Ilustrasi ambulans. (Dok. Kominfo Jember )

SketsaNusantara.id - Layanan ambulans kembali menjadi sasaran penyalahgunaan oleh pihak tak bertanggung jawab. Kali ini, relawan ambulans di Sleman, Yogyakarta, menjadi korban order fiktif yang diduga dilakukan oleh debt collector pinjaman online.

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah rekaman percakapan antara sopir ambulans dan pelaku beredar luas. Dalam video itu, terlihat adanya upaya memanfaatkan layanan darurat untuk kepentingan penagihan utang.

Kejadian ini melibatkan relawan ambulans Mer-c Jogja yang menerima panggilan penjemputan pasien di kawasan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Rabu, 22 April 2026.

Baca Juga: Sah! Netizen Julid Ressa Rizky Rossano Resmi Menikah untuk Kedua Kalinya Tanpa Kehadiran Denada: Kemarin Nyari Modal Kawin

Setibanya di lokasi, sopir ambulans bernama Aziz Apri justru menemukan kejanggalan. Ia kemudian melakukan panggilan video dengan pihak yang diduga sebagai debt collector pinjol.

Dalam percakapan tersebut, sopir ambulans langsung menegaskan keberatan atas tindakan tersebut. “Mas njenengan (kamu -red) orderan fiktif ambulans ya? Jangan main-main, ini layanan kesehatan mas, jangan dipermainkan,” ujarnya.

Alih-alih menjelaskan kondisi pasien, pria di seberang sambungan justru meminta sopir ambulans untuk menemui seseorang bernama Yuni. Ia menginstruksikan agar utang pinjaman online segera ditagih melalui perantara tersebut.

Baca Juga: Siapa Pacar Adhisty Zara? Nama Penyanyi Pria Ini Ikut Terseret di Tengah Rumor Kehamilan Artis Viral, Gaya Pacarannya Kembali Jadi Perbincangan

Permintaan itu disampaikan secara langsung dalam percakapan. “Bapak udah ketemu Bu Yuni? Itu bapak ketemu Bu Yuni, bapak minta untuk bayar uang pinjolnya. Pak ini perintah ya, bapak sekarang angkut Bu Yuni, kasih surat untuk melunasi utang pinjolnya,” ucapnya.

Situasi tersebut memperlihatkan dugaan penyalahgunaan layanan ambulans untuk kepentingan di luar fungsi utamanya. Sopir ambulans kembali mengingatkan bahwa layanan kesehatan tidak seharusnya dijadikan alat tekanan.

Di lokasi yang dituju, pemilik alamat mengaku bahwa orang yang dimaksud sudah lama tidak tinggal di sana. Ia menyebut, nama Yuni merupakan penghuni lama yang telah pindah sejak beberapa tahun lalu.

Pemilik tempat tersebut juga mengungkapkan bahwa alamatnya kerap didatangi orang tak dikenal. Beberapa di antaranya datang dengan berbagai alasan, mulai dari pengecekan hingga pengantaran barang.

Kejadian serupa ternyata bukan pertama kali dialami oleh relawan ambulans tersebut. Sopir ambulans menyebut sudah beberapa kali menerima orderan palsu dengan pola yang hampir sama.

Dalam pengalaman sebelumnya, ia pernah diminta mengantar jenazah yang ternyata tidak ada di lokasi. Selain itu, ada juga panggilan penjemputan pasien yang ternyata sudah tidak tinggal di alamat tersebut.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X