SketsaNusantara.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi perbincangan publik setelah menggagas sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal, maling, copet, jambret, hingga perampok.
Dalam sayembara tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menjanjikan hadiah uang senilai Rp5-50 juta bagi masyarakat yang mampu menangkap pelaku tindak kriminal dalam keadaan hidup. Sayembara itu pun menuai beragam tanggapan hingga muncul pro dan kontra.
Di satu sisi, sebagian masyarakat menilai langkah tersebut dapat meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Namun di sisi lain, kebijakan itu juga menuai kritik karena dinilai berpotensi memicu aksi main hakim sendiri.
Salah satu kritik datang dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi-Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
Yusril mengingatkan Dedi Mulyadi agar sayembara seperti itu sebaiknya tidak dilakukan. Menurutnya, hadiah yang dijanjikan kepada masyarakat justru berpotensi memancing tindakan di luar koridor hukum, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit saat ini.
"Sayembara (tangkap begal) seperti itu sebaiknya jangan dilakukan karena akan memancing masyarakat, apalagi dalam kondisi ekonomi yang sulit," kata Yusril, dilansir dari video yang diunggah di akun Instagram @undercover.id.
Sayembara dengan iming-iming hadiah jutaan rupiah bisa membuat banyak orang berlomba-lomba mengejar pelaku kejahatan.
Namun, dikhawatirkan munculnya kesalahan yang justru dapat merugikan orang lain yang dituduh atau tidak bersalah hingga memicu tindakan main hakim sendiri.
"Kalau boleh saya menyampaikan nasihat dengan segala hormat kepada Pak Gubernur Jawa Barat, sebaiknya jangan membuka sayembara seperti ini karena khawatir akan mendorong masyarakat main hakim sendiri," ujarnya.
"Khawatirnya nanti jangan-jangan nih orang yang bukan begal malah dipentung (dituduh) jadi begal, takutnya kan begitu karena (iming-iming) dikasih imbalan hadiah Rp10 juta atau Rp5 juta," tambahnya.
Menanggapi kritik tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya buka suara. Melalui akun Instagram pribadinya, KDM memberikan penjelasan dan menyebut sayembara yang digagasnya justru mencegah tindakan main hakim sendiri.
"Sayembara tangkap begal justru anti main hakim sendiri, bahkan anti main hakim rame-rame," tulis KDM dikutip SketsaNusantara.id video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71 pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.
Artikel Terkait
Agak Lain! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bawa Kabar Baik, Bebaskan Tunggakan Pajak di Tengah Maraknya Kepala Daerah Naikkan PBB, Ini Ketentuannya
Pidato Dedi Mulyadi Soal Hutan Gundul Viral, Pernyataan tentang 350 Tahun Penjajahan Belanda Jadi Sorotan
Gubernur Dedi Mulyadi Pergok Gerombolan Anak-Anak yang Naik Truk di Jam Sekolah, Pas Ditegur Malah Pada Kabur: Budak Bangor!
Meradang Karena Wilayahnya Dibandingkan dengan Jawa Barat, Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi Bangun Jalan dengan Anggaran 6 T, Begini Respons KDM
Respons Dedi Mulyadi Terkait Sindiran Bobotoh di GBLA, Gubernur Jabar Tekankan Profesionalisme dan Tegaskan Dirinya Tak Bawa Persib ke Politik
Viral Kasus Penganiayaan di Bandung, KDM Tanggung Biaya Pengobatan Korban hingga Buka Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Pelaku yang Masih Buron