Jumat, 24 Juli 2026

Lewat Uji Tanak, Bulog dan Pemkab Madiun Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Kamis, 23 Juli 2026 | 18:22 WIB
Perum Bulog Kantor Cabang Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Madiun saat menggelar uji tanak beras di Kompleks Pergudangan Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo. (SketsaNusantara.id)
Perum Bulog Kantor Cabang Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Madiun saat menggelar uji tanak beras di Kompleks Pergudangan Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo. (SketsaNusantara.id)



SketsaNusantara.id - Guna memastikan mutu Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebelum disalurkan kepada masyarakat, Perum Bulog Kantor Cabang Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar kegiatan uji tanak beras di Kompleks Pergudangan Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Kamis 23 Juli 2026. Selain itu, hal tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di wilayah Kampung Pesilat.

Pengujian dilakukan secara menyeluruh. Mencakup penilaian aroma, warna, tekstur, tingkat kepulenan, hingga cita rasa beras setelah dimasak. Hasil uji tanak menjadi acuan sebelum beras disalurkan melalui Program Bantuan Pangan Beras maupun skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, menyatakan kegiatan ini adalah wujud komitmen sekaligus transparansi pihaknya dalam menjaga standar pengelolaan beras. Mulai dari penyimpanan hingga tahap penyaluran.

Baca Juga: Bulog Pastikan Ketersediaan Beras Aman di Sumatra Saat Bencana, Stok Dilipatgandakan Sesuai Arahan Presiden

“Kami pastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang berlaku. Sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait sangat penting guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap pasokan pangan pemerintah,” ujar Agung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Paryoto, mengapresiasi langkah yang melibatkan lintas pihak dalam pengawasan kualitas. Ia menegaskan ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan jumlah, melainkan juga mutu dan keamanan yang dikonsumsi masyarakat.

“Ketersediaan saja tidak cukup, mutu dan keamanan pangan adalah hal yang tak boleh dikorbankan,” ucap Paryoto.

Baca Juga: Jadi yang Pertama dan Tertinggi di Jatim, Bulog Mojokerto Lampui 100 Persen Target Serapan Gabah dan Beras

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, menekankan bahwa ketersediaan beras berkualitas dengan harga terjangkau menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Kami berharap kolaborasi ini makin diperkuat agar pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah berjalan optimal. Masyarakat berhak mendapatkan beras yang berkualitas, aman dikonsumsi, sekaligus menjaga kestabilan ekonomi pangan di daerah,” pungkas Indra.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!


Editor: As'ad Choirudin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X