Sabtu, 18 Juli 2026

Stok SPHP 1,3 Juta Ton Beras di Gudang Bulog Terancam Rusak, Kemendagri Soroti Lambatnya Distribusi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:19 WIB
Ilustrasi, stok beras Bulog. (SketsaNusantara.id/ M Purnomo)
Ilustrasi, stok beras Bulog. (SketsaNusantara.id/ M Purnomo)


SketsaNusantara.id - Persoalan distribusi beras kembali mencuat setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti lambatnya penyaluran cadangan di gudang Perum Bulog.

Stok beras yang menumpuk dikhawatirkan memicu harga pangan semakin mahal sekaligus menimbulkan potensi kerugian besar bagi negara.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir menekankan bahwa distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) perlu segera dipercepat.

Baca Juga: Akui Serapan Gabah Kering Panen Baik, Bulog Serap 90 Ribu Ton dari Petani Jember

Menurutnya, keterlambatan yang berkepanjangan akan berdampak langsung terhadap kestabilan harga di pasaran.

“Kalau beras tidak disalurkan, atau disalurkan lambat, dampaknya harga beras jadi naik. Kita belum bisa menurunkannya,” kata Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang disiarkan melalui YouTube resmi Kemendagri, Selasa, 19 Agustus 2025.

Program SPHP yang dijalankan mulai Juli hingga Desember 2025 memiliki target besar, yakni 1,3 juta ton beras.

Baca Juga: Bulog Jember Awasi Ketat Peredaran Beras Oplosan, Penyaluran SPHP Wajib Lewat Toko Terverifikasi

Dengan target itu, Bulog seharusnya menyalurkan sekitar 216 ribu ton per bulan atau sekitar 7.100 ton setiap hari. Namun, realisasi yang tercatat justru jauh dari target.

Data Bulog menunjukkan, penyaluran SPHP baru mencapai 38.111 ton atau hanya 2,94 persen dari target yang semestinya dicapai.

Angka itu bahkan masih jauh dari standar minimal 16,5 persen yang harus dipenuhi tiap bulan. Dari catatan tersebut, Jawa Timur tercatat sebagai daerah dengan distribusi tertinggi dibanding provinsi lainnya.

Tomsi menyebut, distribusi per hari baru berada di kisaran 1.200 ton. Jumlah itu belum mencapai seperenam dari target 7.100 ton per hari.

Jika tren ini tidak berubah, lebih dari 80 persen stok beras SPHP berpotensi menumpuk di gudang Bulog hingga akhir periode penyaluran.

Kondisi penumpukan itu, menurutnya, akan menimbulkan risiko besar. Selain biaya penyimpanan yang membengkak, mutu beras pun bisa menurun secara signifikan.

“Beras ini ada masa simpannya. Kalau kelamaan di gudang bisa rusak, harganya turun, bahkan harus dibuang. Itu jelas akan merugikan negara,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X