SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember menolak anggapan bahwa penyerapan aspirasi warga hanya sebatas seremonial. Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa seluruh masukan dari masyarakat bakal langsung diintegrasikan secara konkret ke dalam penyusunan agenda pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait saat menghadiri agenda silaturahmi bersama pengurus RT/RW dan kader Posyandu di Lapangan Kejayan, Kecamatan Mayang, pada Rabu sore 22 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program unggulan Bunga Desaku (Bupati Menyapa Desa dan Warga) yang dirancang untuk menjaring kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Gus Fawait menerangkan, setiap usulan maupun kendala yang diutarakan warga didokumentasikan secara rinci oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Langkah inventarisasi ini diambil demi menjamin adanya kepastian serta tindak lanjut atas setiap laporan yang masuk.
"Setiap instansi terkait mencatat seluruh poin penting sebagai bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan. Penanganannya akan dikelompokkan berdasarkan rentang waktu, mulai dari pembenahan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang," terang Gus Fawait.
Gus Fawait juga memaparkan, skema eksekusi program agar usulan masyarakat tidak berhenti sebatas kunjungan lapangan. Pertama, berfokus pada kemudahan akses berobat gratis, pembuatan dokumen kependudukan seperti KTP, program Peta Cinta, serta penyaluran beasiswa. Evaluasi dari agenda terdahulu mengindikasikan perbaikan yang signifikan pada sektor ini.
Baca Juga: Siapkan Ribuan Beasiswa, Bupati Jember Gus Fawait Dorong Siswa SMP dan MTS Tak Putus Sekolah
Kedua, keluhan terkait pembenahan jalan rusak dan instalasi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masuk tahun ini dipilah berdasarkan tingkat urgensinya untuk dialokasikan pada APBD periode berikutnya.
Di samping menampung masukan, Bupati Jember Gus Fawait mengimbau para pengurus RT/RW dan kader Posyandu untuk proaktif menyebarluaskan informasi mengenai program-program pemerintah yang sedang berjalan. Pasalnya, masih ada warga yang belum memanfaatkan haknya seperti program berobat gratis karena minimnya informasi.
Program Bunga Desaku sendiri tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan penekanan angka inflasi lewat pembagian bantuan pangan, tetapi juga bertujuan meruntuhkan sekat antara birokrasi dan warga desa.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Larang Keras Pungutan Liar Selama Masa Orientasi Sekolah
"Meskipun bermukim di kawasan pedesaan, masyarakat harus merasakannya langsung bahwa jajaran pimpinan daerah hadir di tengah-tengah mereka, berdialog secara terbuka, serta mendengarkan kebutuhan mereka secara langsung," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Jember Sukses Tekan Inflasi di Bawah Nasional, Bupati Gus Fawait Beberkan Rahasianya
Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati Jember Gus Fawait: Kualitas dan Fasilitas Lengkap, untuk Warga Miskin Ekstrem
Ribuan PPPK Apresiasi Gus Fawait yang Garansi Perpanjangan Kontrak
Tinjau Lokasi Food Street di Jalan Kartini, Bupati Jember Gus Fawait Pastikan Penataan Kuliner Bakal Rampung Akhir Tahun 2026
Tinjau Perbaikan Saluran Irigasi di Jenggawah, Bupati Jember Gus Fawait Bakal Optimalisasi 7.070 Hektare Lahan Pertanian pada 2026
Respons Aspirasi Warga, Gus Fawait Datangi Rumah Warga Calon Penerima Bantuan RTLH
Tanggapi Keluhan Warga Wonojati Jenggawah Soal Jalan Rusak, Gus Fawait Jamin Bakal Segera Lakukan Perbaikan
Bupati Jember Gus Fawait Larang Keras Pungutan Liar Selama Masa Orientasi Sekolah
Siapkan Ribuan Beasiswa, Bupati Jember Gus Fawait Dorong Siswa SMP dan MTS Tak Putus Sekolah
Bunga Kredit PNM Turun Drastis dari 20 Persen ke 8 Persen, Bupati Gus Fawait Ungkap Angin Segar Bagi UMKM Jember