Sabtu, 18 Juli 2026

Kementerian Pertanian Segel 250 Ton Beras Ilegal di Aceh, Diduga Masuk Lewat Jalur Sabang

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Senin, 24 November 2025 | 14:00 WIB
250 ton beras ilegal (Instagram @lambegosiip)
250 ton beras ilegal (Instagram @lambegosiip)

SketsaNusantara.id - Kementerian Pertanian berhasil menyita dan menyegel sebuah gudang di Provinsi Aceh yang menyimpan 250 ton beras ilegal.

Beras ilegal tersebut diduga diselundupkan melalui Pulau Sabang, pintu barat Indonesia.

Amran mengatakan bahwa masuknya beras ilegal ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengancam petani lokal yang tengah menikmati stok nasional berlimpah.

Baca Juga: 19 Ribu Balpres Ilegal Disita, Kebijakan Baru Menkeu soal Pakaian Sitaan Ungkap Arah Penindakan Terbesar Sepanjang 3 Tahun Terakhir

Dijelaskan Amran bahwa pihaknya mendapat laporan bahwa ada beras ilegal yang masuk melalui Pulau Sabang sekitar jam 2 siang.

"Langsung kami telepon Kapolda, Kabareksrim, Pangdam. Berasnya disegel, tidak boleh keluar," ujarnya, dilansir dari akun Instagram @lambegosiip.

Dikatakan Amran bahwa aktifitas distribusi beras ilegal ini berbahaya karena dapat menekan harga gabah dan merugikan petani.

Baca Juga: Denny Siregar Soroti Sejumlah Bioskop yang Terancam Tutup, Desak Pemerintah Berantas Link Ilegal Streaming Film yang Betebaran Lewat Telegram

"Terlebih saat pemerintah memastikan stok nasional berada pada posisi tertinggi menjelang akhir tahun," imbuhnya.

Menurutnya, import ilegal ini telah direncanakan dari sebelumnya, mengingat izin dari Thailand sudah terbit sebelum rapat koordinasi digelar pada 14 November di Jakarta.

"Berarti ini sudah direncanakan. Dalih harga murah dari Thailand atau Vietnam tidak bisa jadi pembenaran," kata Amran.

Baca Juga: Brantas Praktik Impor Baju Bekas Ilegal, Purbaya Yudhi Sadewa Akan Cegal di Pelabuhan Hingga Tangkap Pelaku Thrifting!

Amran pun juga mengingatkan terkait larangan Presiden Prabowo Subianto tentang kegiatan import.

"Ini soal nasionalisme. Kalau sudah ada arahan panglima tertinggi, semua harus patuh," tegasnya.

Diakui Amran bahwa pihaknya khawatir praktik seperti ini dapat merusak upaya untuk menjaga harga di tingkat petani.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X