2. Konsesi Hak Pengusaha Hutan (HPH)
Selama periode 1970-1990, presiden yang akrab disapa Pak Harto ini diduga memberikan izin kepada kroni-kroninya untuk membuka hutan dan melakukan praktik logging besar-besaran.
“Jutaan hektare hutan diberikan sebagai konsesi HPH kepada kroni dan perusahaan kayu,” tulis Greenpeace Indonesia.
Berdasarkan data yang diungkap Greenpeace Indonesia, per tahun 1990, ada 500 perusahaan HPH aktif di Indonesia dengan total konsesi mencapai 60 juta hektar.
Keuntungan ekspolitasi hutan seluas 3 kali pulau Jawa tersebut diduga mengalir lewat praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkaran Soeharto.
3. Hutan Primer Diganti Sawit dan HTI
Setelah memberikan konsesi HPH hingga banyak hutan gundul, pemerintah Soeharto mengganti jenis tanaman di hutan primer.
“Hutan primer bukannya direhabilitasi tapi diganti sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Greenpeace menyebutkan, akibat dari penggantian jenis tanaman tersebut menyebabkan banjir, krisis iklim, konflik agraria hingga hilangnya habitat sejumlah satwa.
4. Proyek Lahan Gambut di Kalimantan
Pada tahun 1995, pemerintahan Orde Baru membuka proyek PLG (Proyek Lahan Gambut) di Kalimatan Tengah.
Sebanyak 1 juta hektar lahan gambut dikeringkan.
Artikel Terkait
Tangis Haru Keluarga Menyambut Kepulangan Bilqis, Balita Perempuan asal Makassar yang Sempat Dikabarkan Hilang dan Ditemukan di Merangin, Jambi
Membanggakan! Bahasa Indonesia Resmi Digunakan dalam Sidang Umum UNESCO, Menteri Abdul Mu’ti Berpidato dengan Berpantun
Anggaran BPJS Kesehatan Jember Terselamatkan, 12 Ribu Peserta PBPU Nonaktif Segera Dialihkan
Ferry Irwandi Ungkap Kisah Lucu dan Tegang Saat Hadapi Preman, Warganet: Keren Banget Kembaran Dzawin!
Angkat Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional Bagian dari Washing Sejarah? Instagram Presiden Prabowo Diserang Warganet Dengan Daftar 30 'Dosa' Orde Baru
Gus Dur Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Begini Pendapat Yenny Wahid
Jadi Langganan Banjir, Hujan Deras Akibatkan Sejumlah Rumah Terendam di Kecamatan Panti Jember