Minggu, 19 Juli 2026

Angkat Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional Bagian dari Washing Sejarah? Instagram Presiden Prabowo Diserang Warganet Dengan Daftar 30 'Dosa' Orde Baru

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 11 November 2025 | 12:22 WIB
Soeharto dan Prabowo  (Instagram @prabowo)
Soeharto dan Prabowo (Instagram @prabowo)

SketsaNusantara.id – Keputusan Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, pada 10 November 2025, memicu reaksi yang sangat keras di media sosial.

Di tengah pro dan kontra yang membelah masyarakat, akun resmi Instagram Presiden Prabowo Subianto berubah menjadi medan tempur digital.

Warganet ramai-ramai membeberkan daftar panjang kritik, bahkan membuat daftar "30 Dosa Soeharto" yang dianggap menghalanginya mendapatkan gelar pahlawan.

Baca Juga: 10 Alasan Jaringan Gusdurian Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Singgung Kasus Marsinah hingga Pelanggaran HAM

Aksi ini merupakan bentuk protes kolektif terhadap pengakuan negara atas seorang tokoh yang dinilai bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selama 32 tahun masa Orde Baru.

Sehingga banyak yang berpendapat bahwa dengan mengangkat Soeharto sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk washing sejarah atau pembersihan sejarah terhadap pemimpin orde baru tersebut.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @prabowo, warganet membeberkan 30 dosa Soeharto pada unggahan presiden usai penganugerahan 10 pahlawan nasional dalam rangka memperingati hari pahlawan.

Baca Juga: Marsinah Dibunuh di era Rezim Soeharto dan Kini diangkat sebagai Pahlawan Nasional secara Bersamaan, Warganet: Tidak Manusiawi

Lewat akun @sutioso_anggoro, ia menuliskan 'Soeharto tidak pantas mendapatkan gelar pahlawan' dengan menyertakan 30 daftar dosa Soeharto hingga ia tak layak menyandangnya.

Berikut daftar dosa Soeharto hingga tak layak diangkat sebagai pahlawan di kolom komentar akun Instagram Presiden Prabowo Subianto.

1. Pembantaian 1965-1966

2. DOM Timor-Timor 1975

3. Tanjung Priok 1984

4. Petrus 1984

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @prabowo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X