Mulai dari Nyeleteng, yakni membuat orang jadi merasa berani; Nyepeng, membuat orang menjadi kebal dan Mesem yaitu membuat pihak lawan tidak merasakan marah.
“Jimatnya orang Carok itu harus menguasai 3 hal ini,” tuturnya lagi.
Sebelum dilakukan Carok, pihak keluarga juga harus mempersiapkan segala sesuatu, termasuk jaminan untuk menanggung keluarga pelaku Carok jika nanti meninggal dunia.
Menariknya, dalam prosesnya, Carok dilakukan bukan dengan cara keroyokan, namun satu lawan satu.
Selain itu, di tengah Carok juga terdapat waktu ‘jeda’, di mana kedua petarung akan berhenti, biasanya di waktu sholat dan juga saat jam makan.
“Bahkan pernah ada cerita, kadang waktunya sholat, sholat. Berhenti dulu karena sama-sama kebal. Pada waktunya makan, berenti, makan dulu,” imbuh Hidrochin lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!