Minggu, 19 Juli 2026

Makam Syaikhona Kholil Bangkalan Ada di Mana? Salah Satu Wisata Religi Pulau Madura yang Dipercaya Penuh Karomah

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Senin, 29 Juli 2024 | 21:25 WIB
Potret Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan di dekat makam Syekh Kholil yang jadi daya tarik peziarah  (Tangkapan Layar YouTube Nurkamal TV)
Potret Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan di dekat makam Syekh Kholil yang jadi daya tarik peziarah (Tangkapan Layar YouTube Nurkamal TV)

SketsaNusantara.idSyaikhona Kholil adalah ulama terkenal dari Madura yang lahir pada 9 Shafar 1252 H di Kemayoran, Bangkalan, Madura.

Ayah dari Syaikhona Kholil adalah keturunan dari Sunan Gunung Jati yang bernama KH. Abdul Latif yang memiliki ayah bernama Kyai Hamim dan kakek buyut Syaikh Kholil adalah Kyai Abdul Karim.

Ia merupakan anak dari Kyai Muharram bin Kyai Asror Karomah bin Kyai Abdullah bin Sayyid Sulaiman. Dan Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati.

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Sunan Ngadilangu? Ternyata Berangkat dari Kisah Wali Songo Sunan Muria yang Mulia

Syaikhona Kholil pintar dalam ilmu fiqih dan nahwu sejak kecil. Ia juga dikirim ke beberapa pesantren seperti Pesantren Langitan, Pesantren Cangaan, Pesantren Keboncandi, dan Pesantren Sidogiri.

Syaikhona Kholil tak hanya belajar di pesantren, namun ia juga mengembara ke Mekkah untuk belajar agama Islam dengan para ulama salah satunya adalah Syekh Nawawi al-Bantani.

Setelah belajar di Mekkah, ia pulang ke Madura dan membangun pesantren di Jengkebuwen. Ia meninggal pada 29 Ramadhan 1343 H atau 24 April 1925 M.

Sebagaimana yang telah dilansir dari YouTube TOYAN FAMILY oleh SketsaNusantara.id, lokasi dari makam tersebut berada di di Desa Martajasah, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Baca Juga: Inilah Syaikhona Kholil Bangkalan, Seorang Ulama Besar Ahli Fiqih dari Madura yang Konon Memiliki Keturunan dari Sunan…

Makam Syaikhona Kholil kini dijadikan wisata religi dan sejarah yang sering dikunjungi oleh umat Islam untuk ziarah.

Selain terdapat makam Syaikhona Kholil, di sini juga terdapat makam ayahnya, KH. Abdul Latif dan makam wali serta makam anggota keraton.

Di sini, juga terdapat sebuah sumur yang sering dilempari koin oleh peziarah atau masyarakat yang diyakini akan membawa rezeki yang besar jika kita menjatuhkan koin ke sumur. Tak hanya itu, di sini ada Masjid Syaikhona Muhammad Kholil.

Wisata ziarah ini dibuka 24 jam dan fasilitas yang ditawarkan ada toilet, masjid, dan bangku. Selain berziarah, Anda juga bisa membeli oleh-oleh khas Madura di toko souvenir. Tiket dari wisata religi ini gratis.***

 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube TOYAN FAMILY

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X