SketsaNusantara.id - Syekh Muhammad Hariri adalah salah satu murid tersayang dari Al Habib Muhammad Al Hadar atau mertua Al Habib Umar bin Hafidz.
Syekh Muhammad Hariri terkenal dengan mahabbah dan rasa rindu yang maha dahsyat pada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Karomah adalah sebuah keistimewaan yang dimiliki oleh hamba Allah yang punya kesalehan yang jelas dan diketahui juga bila semua Wali atau para Wali Songo pun memiliki karomahnya masing-masing.
Bila di nalar manusia hidup tanpa jantung adalah hal yang mustahil, namun bila Allah sudah berkehendak dan memberikan karomahnya maka hal tersebut bukanlah hal yang mustahil lagi.
Adanya karomah tersebut yang muncul dari para ulama atau para wali seperti Syekh Muhammad Hariri berfungsi sebagai salah satu sumber kepercayaan umat supaya lebih kebal iman terhadap mukjizat Nabi Muhammad dan kisah mukjizat lain dalam Al Quran.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id yang dikutip dari Youtube @arfaabiqorindeso8495, inilah jawaban dari Syekh Muhammad Hariri saat ditanya kemana jantungnya.
Baca Juga: Momen Bersejarah: Indonesia Kembali ke Negara Kesatuan Setelah Perubahan Konstitusi Besar!
Suatu hari Syekh Muhammad Hariri ini ke Rumah Sakit dan didiagnosis melalui X Ray atau Foto Rontgen.
Dalam sebuah tayangan diceritakan bila sang dokter yang melakukan tes terhadap Syekh Muhammad Hariri merasa terkejut perihal hasil lab cetak foto rontgen pada bagian dada.
Kemudian, "Engkau ini manusia atau bukan?" Ucap si dokter.
"Kenapa Engkau bertanya seperti itu?" Ucap Syekh Muhammad Hariri.
Baca Juga: Mengenal Gelora Operasi Trikora: Cara Soekarno Merebut Tanah Papua dari Kekangan Belanda, Benarkah?
"Kenapa Engkau bisa hidup tanpa jantung? Di mana jantungmu? " Tanya si dokter lagi.
Karena pertanyaan dokter tersebut sang Syekh hanya bisa tersenyum sambil berkata, "Maaf, jantungku ku titipkan pada kekasihku di Madinah, Sayyidina Muhammad SAW. " Ucap Syekh Muhammad Hariri.
Jawaban tersebut adalah simbol rasa sayang kepada baginda Rasulullah membuat Syekh Muhammad Hariri ingin bertemu akibat rasa rindu yang dahsyat. ***