Minggu, 19 Juli 2026

Mengenal Gelora Operasi Trikora: Cara Soekarno Merebut Tanah Papua dari Kekangan Belanda, Benarkah?

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 10:00 WIB
Pidato Soekarno luncurkan operasi trikora untuk rebut Papua Barat dari Belanda. (X/ @ReeNGaston.)
Pidato Soekarno luncurkan operasi trikora untuk rebut Papua Barat dari Belanda. (X/ @ReeNGaston.)

 

SketsaNusantara.id - Operasi Trikora adalah langkah tegas Indonesia untuk merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda.

Sejak kekalahan Jepang pada akhir Perang Dunia II, Belanda mencoba kembali menguasai bekas jajahan mereka, termasuk wilayah Papua.

Namun, Indonesia tidak tinggal diam. Sejak 1945, Indonesia telah berupaya keras untuk menyatukan Papua Barat dengan ibu pertiwi.

Baca Juga: Akhirnya Ditangkap! Pelaku Pelecehan Pegawai Pertashop di Kabupaten Cianjur Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Belanda, dengan dua alasan kuat, yaitu keinginan untuk menjadikan Papua sebagai negara boneka dan potensi ekonomi mineralnya serta tak mau menyerahkan wilayah tersebut.

Sementara itu, aktivis seperti FR Keiepo dan Sugoro Atmo Prasojo berjuang untuk menggabungkan Papua dengan Indonesia.

Keiepo, yang berani mengibarkan bendera Merah Putih di Biak pada 31 Agustus 1945, menjadi simbol perjuangan Papua untuk kemerdekaan.

Baca Juga: Profil Pimpinan KPK, Alexander Marwata yang Minta Kaesang Pangarep dan Erina Gudono untuk Diperiksa dalam Kontroversi Jet Pribadi

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Matahatipemuda, pada tahun 1950-an, ketegangan politik dan militer mewarnai hubungan Indonesia dan Belanda, dengan konflik dan agresi militer yang berulang kali terjadi.

Meskipun Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia, Belanda tetap enggan menyerahkan Irian Barat.

Soekarno, yang merasa KMB tidak adil, memutuskan untuk melancarkan tekanan lebih besar, termasuk strategi ekonomi dan diplomasi internasional.

Baca Juga: Kilas Balik Demonstrasi 1998 Silam, Guru Besar UI Sampaikan Pesan Mendalam atas Aksi Demo Mahasiswa Kawal Putusan MK

Presiden Soekarno mengarahkan perhatian pada dukungan Uni Soviet setelah Amerika Serikat, yang semula netral, akhirnya memberikan dukungan politik.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X