Minggu, 19 Juli 2026

Mengapa Burung Garuda Dipilih Soekarno Sebagai Lambang Negara Indonesia? Jadi Sumber...

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Jumat, 16 Agustus 2024 | 13:30 WIB
Alasan Soekarno pilih Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia. (X/ @VeronicaKoman)
Alasan Soekarno pilih Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia. (X/ @VeronicaKoman)

SketsaNusantara.id -  Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa burung Garuda dipilih Soekarno sebagai lambang negara Indonesia?

Proses di balik keputusan ini penuh dengan pertimbangan mendalam dan melibatkan berbagai tokoh penting Indonesia.

Garuda Pancasila resmi diresmikan sebagai lambang negara pada 11 Februari 1958, setelah melalui berbagai tahapan pemilihan dan penyempurnaan.

Baca Juga: Tanggal Berapa Sebenarnya WR Soepratman Lahir? Pahlawan Negara yang Terlupakan, Dr Dario Turk: Ungkap Kebenaran untuk Meluruskan Sejarah yang Benar!

Meski Sultan Hamid II adalah tokoh yang mengusulkan Garuda sebagai lambang negara, desain ini tidak langsung diterima tanpa perubahan.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Serba News, dalam mitologi Hindu, Garuda dikenal sebagai kendaraan Dewa Wisnu, simbol kekuatan dan keberanian.

Legenda menceritakan bagaimana Garuda berjuang melawan naga untuk menyelamatkan ibunya dan mencari Amerta Sari, air kehidupan abadi.

Baca Juga: Eksplorasi Makam Kyai Ondo Rante, Kondisi Pemakaman Sang Legenda Pati yang Terkenal Akan Kekonyolannya

Semangat perjuangan Garuda inilah yang menginspirasi Presiden Soekarno untuk memilihnya sebagai lambang negara.

Harapannya, agar rakyat Indonesia memiliki tekad yang sama dalam membebaskan tanah air dari penjajah.

Garuda Pancasila memiliki desain khas: burung Garuda yang mencengkeram perisai Pancasila dan pita dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika".

Baca Juga: Tempat Lahir WR Soepratman Usai Biografi Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya Diluruskan, Bukan di Purworejo!

Desain ini awalnya dirancang oleh Sultan Hamid II dan kemudian disempurnakan oleh Soekarno.

Proses perancangan ini melibatkan panitia teknis yang dibentuk pada 10 Januari 1968, dengan anggota terkemuka seperti Muhammad Yamin dan Ki Hajar Dewantara.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Serba News

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X