SketsaNusantara.id - Pulau Sebatik, sebuah permata tersembunyi di timur laut Kalimantan, kini dinyatakan sebagai salah satu dari 92 pulau terdepan dan terluar Indonesia.
Dengan luas 452,2 kilometer persegi, pulau ini membentang antara Indonesia dan Malaysia, menawarkan perpaduan unik dari budaya dan alam.
Bagian utara pulau, seluas 187,23 kilometer persegi, berada di bawah administrasi Sabah, Malaysia.
Sementara itu, bagian selatan seluas 247,47 kilometer persegi merupakan bagian dari Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia.
Sisa area seluas 375,52 hektar adalah kawasan konservasi bakau yang melindungi keanekaragaman hayati lokal.
Sebagai zona perbatasan strategis, Pulau Sebatik memiliki dua sisi: Indonesia di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, dan Malaysia di Tawau.
Dengan populasi sekitar 72.571 jiwa pada tahun 2020, 25.000 di sisi Malaysia dan 47.571 di sisi Indonesia.
Pulau ini merupakan contoh nyata dari interaksi budaya dan administratif antara kedua negara.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube INVOICE INDONESIA, pembagian pulau ini adalah warisan kolonial dari konvensi 1891 antara Inggris dan Belanda, dan saat ini menjadi bagian dari sengketa maritim antara kedua negara.
Masalah perbatasan Pulau Sebatik dikenal sebagai Outstanding Boundary Problem (OBP).
Artikel Terkait
5 Hasil Kesenian Sunan Kalijaga untuk Syiar Dakwah Islam di Pulau Jawa, Nomor 4 Penuh Makna Filosofis yang Sering Dilupakan
Makam Syaikhona Kholil Bangkalan Ada di Mana? Salah Satu Wisata Religi Pulau Madura yang Dipercaya Penuh Karomah
Filosofi Ojo Gumunan Ojo Getunan Ojo Kagetan Ojo Aleman, Petuah Sunan Kalijaga Wali Songo yang Populer dan Menjamur di Pulau Jawa
Dikenal Sebagai Destinasi Wisata, Pulau Tidung Ternyata Punya Sejarah Tentang Perlawanan Penjajahan Belanda
5 Fakta Ismail Marzuki: Komponis Indonesia Pencipta Lagu Rayuan Pulau Kelapa, Pernah Bekerja jadi Verkoper di Perusahaan...