Merasa heran, Pangeran Diponegoro kemudian bertanya perihal keberadaan pamannya. Dan orang-orang yang pada saat itu tak ada yang tega memberitahu bahwa pamannya telah tiada.
Hal itu karena Pangeran Diponegoro sangat mencintai, mengagumi serta menghormati sang paman. Para panglimanya tak berani memberitahu karena kabar itu pasti akan membuatnya terpukul dan mungkin saja akan memadamkan api semangat Pangeran Diponegoro melawan penjajah.
Namun karena melihat keanehan sikap prajuritnya tersebut maka pangeran Diponegoro semakin ngotot ingin tahu kemana pamannya pergi.
Akhirnya Raden Sindorejo maju dan mengatakan kebenarannya bahwa Pangeran Joyokusumo dan dua putranya serta 20 prajuritnya telah dibunuh Belanda.
Mendengar berita sangat mengejutkan itu, Pangeran Diponegoro terdiam sesaat lalu terduduk dan menitikkan air mata karena sangat terpukul.
Hak itu karena selama ini Pangeran Joyokusumo merupakan sesepuh yang terus mendampingi dirinya dalam banyak hal.
Pangeran Diponegoro bertambah sedih ketika mendengar bagaimana cara sang paman dan kedua putranya yang meninggal secara memilukan.
Diponegoro merasa sangat kehilangan dan tertekan, yang tercermin dalam tangisannya. Perasaan sedih dan marah ini semakin memperkuat tekadnya untuk berjuang demi kemerdekaan dan keadilan bagi rakyatnya.
Kematian pamannya, bukannya memadamkan api semangat, kematian pamannya ini menjadi salah satu pemicu bagi Pangeran Diponegoro untuk melanjutkan perjuangannya melawan penjajahan Belanda.
Perang Diponegoro sendiri merupakan salah satu perlawanan terbesar terhadap kolonialisme Belanda di Indonesia, dan emosi yang dialami oleh Diponegoro, termasuk kesedihan atas kehilangan orang-orang terdekatnya, menjadi bagian penting dari narasi perjuangannya.***
Artikel Terkait
Sosok Tololiu Herman Willem Dotulong, Pernah Ukir Sejarah dalam Perlawanan Perang Diponegoro, Antek-Antek Belanda?
Makam Nyi Ageng Serang Ada di Mana? Putri dari Pangeran Natapraja dan Panglima Perang Diponegoro
Tetap Tangguh Walau Fisik Sudah Renta, Beginilah Kehebatan Nyi Ageng Serang dalam Perang Jawa Bersama dengan Pangeran Diponegoro
Taktik Supit Urang Pangeran Diponegoro Buat Jenderal De Kock dan Pasukan Belandanya Kewalahan
Asal-usul Margolunyu, Tameng Alam Pasukan Diponegoro: Jadi Strategi Jitu Melawan Tentara Belanda
Konon Dilindungi Kabut Gaib, Benteng Pangeran Diponegoro di Margolunyu Kebumen Masih Ada Sampai Sekarang?