Kamis, 4 Juni 2026

Inilah Sosok Paman Terkasih Pangeran Diponegoro, Kematiannya yang Mengenaskan Membuatnya Menangis dan Jadi Cambuk Melawan Penjajah

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 16 Agustus 2024 | 21:27 WIB

Bukan hanya paman namun Pangeran Joyokusumo berperan sebagai penasehat Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa berlangsung.

Peran besar Pangeran Joyokusumo sebagai bagian pasukan Pangeran Diponegoro serta sebagai penasehat perang handal selama Perang Jawa membuat Pangeran Joyoksumo diburu Belanda.

Baca Juga: Kursi di Rumah Residen Kedu Magelang Ini Simpan Bekas Tangan Pangeran Diponegoro, Ternyata Begini Kondisinya Sekarang...

Hingga pada suatu saat perang berlangsung di daerah Sengir dan Kelir, Pangeran Joyokusumo beserta dua putra dan 20 tentara pilihannya dikepung oleh pasukan Belanda.

 Pasukan Ternate yang dipimpin oleh Kapten Koi saat itu meminta Pangeran Joyokusumo dan kedua putranya menyerahkan senjata keris yang mereka miliki.

Namun mereka menolak sehingga Belanda marah dan segera memerintahkan pasukannya untuk menghabisi Pangeran Joyokusumo dan kedua putranya serta seluruh pasukannya.

Setelah meninggal dunia, kepala Pangeran Joyokusumo dipancung dan kepalanya diletakkan di ujung bambu runcing sedangkan badan mereka dibuang ke jurang.

Baca Juga: Memilukan dan Menyedihkan, Berikut Kisah Peristiwa Lengkong yang Membuat Pangeran Diponegoro Alami Duka Mendalam

Hingga akhirnya salah satu Belanda mengenali bahwa kepala itu merupakan kepala dari Pangeran Joyokusumo dan kedua putranya, maka kepala itu kemudian dibawa ke Magelang agar disaksikan oleh jenderal de Kock untuk memastikan itu benar kepala Pangeran Joyokusumo.

Di Babad Kedung Kebo disebutkan bahwa yang memerintahkan memanggal kepala Pangeran Joyokusumo untuk dipancung kemudian ditaruh di ujung bambu runcing dan diserahkan pada Jenderal de Kock adakah Tumenggung Reso Diwiryo.

Tumenggung Reso Diwiryo rupanya dahulu merupakan teman seperguruan ketika di Sleman Yogyakarta. Namun kemudian pada perang jawa ia menjadi musuh Pangeran Diponegoro karena memihak kolonial.

Baca Juga: Menyusuri Jejak Sejarah di Rumah Karesidenan Kedu yang Jadi Saksi Bisu Penangkapan Pangeran Diponegoro, Bahkan Bekas Amarahnya Masih Ada?

Kepala Pangeran Joyokusumo kemudian dibawa ke keraton Yogyakarta dan dikuburkan di pemakaman Banyu Sumuro, sebuah pemakaman di daerah Imogiri untuk para bangsawan yang dituduh sebagai penghianat dinasti Mataram. Sementara tubuhnya dimakamkan oleh warga sekitar yang menemukannya.

Kematian Pangeran Joyokusumo tersebut sama sekali diluar sepengetahuan Pangeran Diponegoro.

Hingga diceritakan dalam Babad Diponegoro akhirnya Pangeran Diponegoro mengetahui kematian pamannya dari para panglima dan para prajurit saat sedang berkumpul dibawah pohon asam, dan ia tak menemukan pamannya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Senyum Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X