Kamis, 4 Juni 2026

5 Restoran Gudeg Paling Populer di Yogyakarta, Ternyata Kuliner Khas Jogja Ini Punya Tiga Jenis Varian Berbeda, Apa Saja?

Photo Author
Rizqillah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 28 Juli 2024 | 21:00 WIB
Ilustrai: Restoran gudeg paling populer di Yogyakarta (Instagram.com/@christabellenanetta)
Ilustrai: Restoran gudeg paling populer di Yogyakarta (Instagram.com/@christabellenanetta)


SketsaNusantara.id - Gudeg merupakan kuliner manis khas Yogyakarta yang berbahan utama nangka muda atau gori.

Dalam proses pembuatannya, Gudeg membutuhkan waktu tak sebentar.

Nangka muda tadi direbus dengan menggunakan gula merah dan santan dengan api kecil selama beberapa jam.

Baca Juga: Jadi Makanan Pokok Para Pejuang, Ini 5 Kuliner Khas Indonesia yang Disajikan saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI

Biasanya Gudeg dimasak menggunakan periuk tanah liat di atas tungku kayu.

Konon, rasa gudeg yang dimasak dengan tungku dan alat tradisional lebih nikmat dibanding diolah dengan piranti modern.

Pengolahan gudeg yang membutuhkan waktu lama ini ternyata memiliki makna filosofis tersendiri.

Baca Juga: Melegenda Sejak Tahun 1915, Favorit Warga Belanda? Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk Makin Maknyus Disantap Saat Hangat

Memasak gudeg menjadi cerminan sempurna tentang nilai ketenangan, kesabaran dan teliti serta tidak terburu-buru atau sembrono.

Sama dengan masakan lainnya, Gudeg biasanya disajikan bersama nasi dan lauk pendamping.

Seperti sambal goreng krecek, opor ayam, telur pindang, tempe atau tahu bacem.

Baca Juga: Sejak Tahun 1980! Kuliner Legendaris Rujak Cingur Mak Tun Malang, Uniknya Dipungkasi dengan Kuah Kolak Santan yang Lekoh...

Dilansir Sketsanusantara.id dari laman posspika.kemendikbud.go.id, Gudeg ternyata punya 2 jenis yang bisa ditemukan di Yogyakarta. Yaitu gudeg basah dan gudeg kering.

Gudeg basah biasanya disajikan dengan kuah santan. Sedangkan untuk Gudeg kering disantap tanpa kuah dan tampak lebih coklat.

Gudeg kering ini biasanya lebih tahan lama, bahkan bisa lebih dari 24 jam jika disimpan di lemari pendingin.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: posspika.kemendikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X